JAKARTA – balinusra.com | Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., CHEL., resmi menyelesaikan program APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I, dan berhak menyandang gelar CHEL (Coach for Higher Education Leaders).
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, pada Jumat (23/10).
Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi Swasta
Prof. Suranaya Pandit menyambut positif penyelenggaraan AERLA sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini memberikan wawasan penting terkait arah kebijakan pendidikan tinggi, transformasi digital, kemitraan, pengembangan riset. Hingga strategi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unwar menegaskan pentingnya adaptasi kepemimpinan di tengah perubahan zaman.
“Program ini memberikan banyak perspektif baru bagi kami sebagai pimpinan perguruan tinggi. Terutama dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kepemimpinan perguruan tinggi saat ini menuntut kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, membangun kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Prof. Pandit, Sabtu (24/10).
Materi Strategis Pembekalan AERLA Angkatan I
Pada hari pertama, para peserta memperoleh pemaparan materi dari Hashim Sujono Djojohadikusumo, mengenai perspektif pembangunan Indonesia. Serta peran perguruan tinggi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Agenda hari pertama juga membahas kebijakan dan kemitraan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan pengembangan riset, yang ditutup dengan arahan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.
Hari kedua diisi dengan pembahasan transformasi digital dan pembangunan, menghadirkan paparan program Internet Rakyat dari PT Surge, PT PLN, pemikiran mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Mohammad Nasir, serta pandangan kritis Rocky Gerung.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai program unggulan dari tiga direktur jenderal di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Juga mengikuti sharing session bersama Rektor Universitas Amikom dan Rektor UMIKOM.
Memasuki hari ketiga, pemaparan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengenai Philosophy, Politics, Economics.
Materi lain turut disampaikan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, sebelum ditutup dengan prosesi wisuda.
Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., menyampaikan bahwa seluruh rektor yang menyelesaikan program ini berhak memperoleh gelar CHEL.
Satu-satunya PTS Terakreditasi Unggul dari Bali
Keikutsertaan Universitas Warmadewa dalam AERLA Angkatan I memiliki arti strategis. Karena Unwar menjadi satu-satunya PTS dari Bali yang berpartisipasi. Program ini diikuti oleh 40 PTS terakreditasi Unggul dari total 97 PTS terakreditasi Unggul di Indonesia.
Kehadiran Unwar menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jejaring nasional, berbagi pengalaman. Sekaligus memperkaya strategi pengembangan institusi.
Prof. Pandit menilai materi pembekalan menjadi bekal penting dalam memperkuat tata kelola kepemimpinan institusi. Serta mendorong inovasi pembelajaran dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan integritas akademik, nilai kemanusiaan, dan kemampuan berpikir kritis.
Melalui penyelesaian program AERLA dan perolehan gelar CHEL, Prof. Pandit berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat tata Kelola. Serta mengembangkan inovasi dan kemitraan di Unwar.
Upaya ini diharapkan semakin mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan daya saing Universitas Warmadewa di tingkat nasional maupun internasional. Baiq





