Sambut Peneliti ISOI 2026, Gubernur Bali Tegaskan Komitmen Pembangunan Kelautan dan Pangan Lokal

Sambut Peneliti ISOI 2026, Gubernur Bali Tegaskan Komitmen Pembangunan Kelautan dan Pangan Lokal
Gubernur Koster saat menerima peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia Tahun 2026 dalam acara jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Bali terus mematangkan langkah transformasi struktur perekonomian daerah melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pengembangan potensi sektor kelautan dan pangan berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan teknologi guna membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) Tahun 2026 dalam acara jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, belum lama ini.

Enam Sektor Unggulan Ekonomi Kerthi Bali

Gubernur Koster menjelaskan bahwa transformasi ekonomi Bali bertumpu pada enam sektor unggulan, yaitu pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali. Kemudian, UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.

Pengembangan keenam sektor ini dirancang untuk membangun struktur perekonomian Pulau Dewata yang lebih seimbang, tangguh, dan berkelanjutan. Sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi Bali yang selama ini sangat dominan pada sektor pariwisata.

Sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Gubernur Koster menekankan pentingnya peran akademisi dan pakar oseanologi dalam mengidentifikasi serta memetakan potensi laut Bali.

“Meskipun wilayah Bali relatif kecil, laut yang mengelilingi Pulau Dewata menyimpan kekayaan sumber daya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Koster menambahkan, pemanfaatan kekayaan laut harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem.

“Bali ini wilayahnya kecil dan dikelilingi oleh laut. Walaupun lautnya tidak seluas wilayah laut lainnya di Indonesia, di dalamnya terkandung kekayaan yang luar biasa dan belum diberdayakan secara optimal,” imbuh Koster.

Melalui ajang PIT XXII ISOI 2026, ia berharap para peneliti dan akademisi dapat melahirkan pemikiran, serta rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan kelautan secara berkelanjutan.

Penguatan Pangan Lokal dan Pelestarian Lingkungan

Selain fokus pada sektor kelautan, Pemprov Bali juga konsisten memperkuat rantai ekonomi lokal. Hal ini diwujudkan melalui penggunaan bahan pangan lokal Bali dalam hidangan jamuan makan malam. Seperti beras, sayuran, buah-buahan, ikan, hingga daging hasil produksi petani, nelayan, dan peternak lokal.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga ditegaskan melalui kebijakan pembatasan sampah plastik. Termasuk larangan produk minuman dalam kemasan plastik berukuran kurang dari satu liter guna mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Menko Pangan menekankan pentingnya kemandirian pangan nasional serta pengoptimalan potensi kelautan Indonesia.

Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Bali yang konsisten mengutamakan penggunaan pangan lokal. Serta mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. Baiq