BADUNG – balinusra.com | Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia pendidikan tinggi dengan melepas sebanyak 750 lulusan jenjang sarjana dan magister dalam Upacara Wisuda ke-100 dan perayaan Dies Natalis ke-57.
Acara yang berlangsung pada Rabu (18/2/2026) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), juga dirangkai dengan pelantikan insinyur profesional.
Adapun rincian lulusan kali ini mencakup 311 orang dari Program Studi Manajemen, 128 orang Hukum, 120 orang Ilmu Komunikasi. Serta berbagai prodi lainnya termasuk jenjang Magister dan pelantikan 36 insinyur profesional.
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, mengatakan bahwa wisuda ini merupakan momentum refleksi bagi kampus untuk terus membentuk lulusan yang unggul, adaptif, dan solutif.
Melalui semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas berkomitmen memperkuat digitalisasi pembelajaran dan hilirisasi riset.
“Undiknas terus mendorong penguatan ekosistem inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Prof. Sri Subawa dalam laporannya.
Prestasi membanggakan juga turut dipaparkan, di antaranya Akreditasi Unggul dari LAMSPAK untuk Prodi Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi (satu-satunya di Bali). Bronze Winner Pengelolaan Media Sosial Terbaik pada Anugerah Diktisaintek 2025. Serta, Silver Winner Kerja Sama Internasional Terbaik antarperguruan tinggi swasta se-Indonesia.
Sebagai langkah ekspansi global, Undiknas bersiap membuka International Undergraduate Program (IUP) pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Program ini akan mengusung keunggulan di bidang Digital Preneur Communication untuk menjawab tantangan industri kreatif masa depan.
Rektor berpesan agar gelar akademik yang diraih menjadi titik awal bagi para lulusan untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa dan dunia.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas), Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, menyoroti tantangan keberlanjutan organisasi di usia Undiknas yang ke-57.
Ia merujuk pada penelitian yang menyebut hanya 10 persen bisnis keluarga yang mampu bertahan hingga generasi ketiga.
Oleh karena itu, Perdiknas sebagai payung hukum Undiknas harus mulai menyiapkan generasi berikutnya yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan.
Menurut ESG, sapaannya, perjalanan kampus selama ini dibangun melalui estafet kepemimpinan yang kuat, apalagi pada generasi kedua yang terbagi dalam dua fase. “Nah sekarang bagaimana 57 ini sebagai lanadasan bahwa kita harus prepare 15 tahun ke depan anak – anak kita di sesi kedua punya kualifikasi yang sama,” kata ESG.
ESG juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Undiknas. Ia menilai jumlah wisudawan yang cukup tinggi menjadi indikator bahwa kampus tersebut masih dipercaya sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
“Wisuda yang ke – 100 sekedar pengingat bahwa masih ada masyarakat percaya dengan Undiknas sehingga bagaimana menjaga itu agar Undiknas tetap jadi tujuan bukan pilihan. Karena tidak mungkin ada organisasi bisa bertahan tanpa ada pelanggan. Itu aja kata kuncinya,” ujarnya.
ESG juga memberikan pesan mendalam kepada para lulusan mengenai pentingnya aspek kebahagiaan dalam dunia kerja. Menurutnya, tidak ada hubungan profesional yang bisa berjalan harmonis tanpa adanya rasa bahagia antara pimpinan dan karyawan.
“Konsepnya adalah bahagia. Bekerja harus bahagia, karyawan membahagiakan pimpinan, pimpinan membahagiakan karyawan. Tidak ada hubungan yang bisa berjalan tanpa kebahagiaan,” pungkasnya.Baiq












