DENPASAR – balinusra.com | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa menyelenggarakan The 5th Warmadewa International Conference of Economy (WICE) 2025 pada Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, menghadirkan peserta dan pembicara secara langsung maupun daring dari berbagai negara, sehingga semakin memperluas jangkauan kolaborasi dan partisipasi internasional.
Mengusung tema “Transforming Economies through Sustainability: Accountability, Innovation, and Inclusive Development”, konferensi ini menyoroti transformasi ekonomi berkelanjutan melalui prinsip akuntabilitas, inovasi, serta pembangunan yang inklusif.
Dekan FEB Unwar, Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, SE., M.Si., menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh keynote speakers, invited speakers, dan peserta dari berbagai negara. Beliau menegaskan bahwa tema WICE 2025 sangat relevan dengan kompleksitas tantangan ekonomi global saat ini. Transformasi ekonomi modern, menurutnya, tidak dapat lagi berfokus pada orientasi pertumbuhan semata, tetapi harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, akuntabilitas, inovasi, dan pembangunan inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Beliau juga menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat penciptaan pengetahuan, penelitian, inovasi, serta mitra pemerintah, industri, dan masyarakat dalam merumuskan solusi berbasis bukti. Melalui konferensi ini, FEB Unwar berharap terbangun dialog akademik yang signifikan, kolaborasi riset berkualitas tinggi, dan jejaring kemitraan internasional yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya WICE untuk kelima kalinya. Beliau memperkenalkan profil Universitas Warmadewa yang kini berusia 41 tahun, memiliki 8 fakultas dan 29 program studi, dengan 17 di antaranya telah terakreditasi “Unggul” oleh BAN-PT dan LAM. Rektor juga menegaskan capaian Unwar sebagai anggota AUN-QA serta masuknya Universitas Warmadewa dalam QS Asia University Ranking sebagai pendatang baru.
Beliau menambahkan bahwa FEB Unwar telah mencapai tonggak penting melalui keanggotaan resmi pada International Accreditation Council for Business Education (IACBE), sebuah langkah maju dalam penguatan standar akademik global. Rektor berharap WICE 2025 menjadi ruang kolaboratif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk merespons berbagai tantangan ekonomi dunia melalui inovasi dan pendekatan yang inklusif.
Pada sesi keynote speech, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., turut memberikan pemaparan yang menekankan pentingnya keberlanjutan, akuntabilitas, inovasi, dan pembangunan inklusif dalam menghadapi perubahan global yang cepat. Beliau menegaskan bahwa transformasi ekonomi harus dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, keadilan sosial, integritas tata kelola, serta pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan para pembicara internasional dari berbagai negara, yaitu:
•Prof. Dr. Wuryan Andayani, S.E., Ak., M.Si. (Universitas Brawijaya – Indonesia)
•Dr. Masrur Mohd. Khir (Universiti Teknologi MARA – Malaysia)
•Dr. Gina B. Alcoriza (University of the Philippines Diliman – Filipina)
•Naori Miyazawa, Ph.D (Waseda University – Jepang)
•Watcharapong Ratsukpimol, Ph.D (Chulalongkorn University – Thailand)
•Dr. Putu Ayu Sita Laksmi, B.Bus., M.Sc (Universitas Warmadewa – Indonesia)
Selain itu, WICE 2025 menghadirkan dua sesi panel discussion yang melibatkan narasumber dari dalam dan luar negeri, membahas isu-isu strategis seputar ekonomi global, keberlanjutan, inovasi, serta peluang pengembangan di berbagai sektor.
Melalui penyelenggaraan WICE 2025 yang dilaksanakan secara hybrid, FEB Universitas Warmadewa berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional, memperluas kolaborasi riset lintas negara, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.












