DENPASAR-balinusra.com | Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional dengan menyelenggarakan Talkshow Kesehatan bertajuk “Kesiapsiagaan terhadap Virus Nipah dalam Praktik: Deteksi Klinis, Perlindungan Tenaga Kesehatan, dan Penanganan Pelaku Perjalanan.” Acara tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meetings pada Jumat (20/2/2026).
Diskusi ilmiah ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama, yakni dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, Sp.P(K), FISR dan Dr. dr. D A P Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI, FINASIM. Jalannya acara dipandu oleh dr. Kadek Surya Atmaja selaku moderator.
Dekan FKIK Unwar, dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua, dalam sambutannya menekankan bahwa virus Nipah telah menjadi isu kesehatan yang sangat krusial, baik di tingkat regional maupun global. Ia menyoroti bahwa pola mobilitas masyarakat yang semakin tinggi saat ini berbanding lurus dengan meningkatnya risiko penyebaran virus tersebut melintasi batas negara.
“Tenaga kesehatan maupun pelaku perjalanan harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini serta memahami prosedur penanganan yang tepat. Kami merasa terhormat atas kehadiran dua narasumber pakar hari ini yang akan memberikan panduan praktis bagi kita semua,” ujar dr. Made Indra Wijaya.
Talkshow ini menitikberatkan pada tiga bahasan utama dalam menghadapi potensi wabah Nipah: Deteksi Klinis untuk engenali gejala awal secara akurat guna mencegah keterlambatan penanganan, Standar prosedur keselamatan bagi garda terdepan medis, dan langkah-langkah preventif bagi individu dengan mobilitas tinggi atau yang baru kembali dari daerah berisiko.
Melalui kegiatan ini, FKIK Unwar berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membekali para profesional medis dan masyarakat umum dengan pengetahuan teknis. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan jika ditemukan kasus di lapangan, sehingga potensi transmisi dapat ditekan sedini mungkin.rl












