Viral Isu Hutan Jembrana Gundul: KPH Bali Barat Ungkap Fakta di Balik Lahan PT Wira Darma Bakti

Viral Isu Hutan Jembrana Gundul KPH Bali Barat Ungkap Fakta di Balik Lahan PT Wira Darma Bakti
Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh foto citra satelit yang menunjukkan dugaan kerusakan hutan di Kabupaten Jembrana. UPTD KPH Bali Barat angkat bicara.

DENPASAR – balinusra.com | Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh foto citra satelit yang menunjukkan dugaan kerusakan hutan di Kabupaten Jembrana. Menanggapi hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Pengelola Hutan (KPH) Bali Barat, akhirnya memberikan klarifikasi terkait status dan kondisi sebenarnya dari lahan yang menjadi sorotan netizen tersebut.

Kepala UPTD KPH Bali Barat, Agus Sugiyanto menjelaskan, kawasan yang viral tersebut merupakan hutan fungsi produksi. Lahan ini berada di dalam areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dikelola oleh PT Wira Darma Bakti (WDB).

“Itu hutan fungsi produksi. Jika itu areal kerja PBPH PT Wira Darma Bakti, maka menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut,” tegas Agus Sugiyanto, Rabu (10/6/2026).

Klarifikasi Foto Satelit dan Isu Arena Polo

Sorotan publik bermula dari beredarnya citra Google Earth yang memperlihatkan penurunan vegetasi secara signifikan di wilayah Gilimanuk. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa area tersebut akan disulap menjadi arena pacuan kuda atau polo.

Namun, berdasarkan data KPH Bali Barat, foto yang beredar adalah citra bulan Oktober 2024. Area seluas kurang lebih 1,84 hektare itu sempat digunakan untuk kegiatan ground breaking dan upacara Pecaruan Agung.

Saat ini, kondisi di lapangan dilaporkan telah kembali ditumbuhi vegetasi alami seperti semak belukar dan pepohonan.

Hasil Patroli: Tidak Ada Aktivitas Pembangunan

Meski ada kekhawatiran dari masyarakat, KPH Bali Barat memastikan pengawasan melalui patroli rutin terus dilakukan. Hingga saat ini, pihak otoritas menyatakan belum menemukan adanya aktivitas pembangunan atau pemanfaatan lahan secara illegal, sebagaimana isu yang beredar.

“Sampai hari ini belum ada aktivitas apa pun. Kecuali kewajiban penataan dan penandaan batas areal kerja PT Wira Darma Bakti,” tambah Agus.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang mengaku belum menerima komunikasi resmi terkait rencana investasi arena pacuan kuda di lokasi tersebut.

Dampak Ekologis Menjadi Perhatian Netizen

Meskipun statusnya adalah hutan produksi, gundulnya lahan di Bali Barat tetap memicu reaksi keras dari netizen. Akun @litle simba, misalnya, menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap perubahan tutupan lahan.

Netizen mengkhawatirkan dampak ekologis jangka panjang, seperti berkurangnya habitat satwa liar, meningkatnya risiko erosi lahan. Serta menurunnya daya serap air tanah yang bisa memicu banjir atau kekeringan.

Kawasan Bali Barat memegang peranan krusial sebagai penyangga keanekaragaman hayati, dan benteng alami bagi keseimbangan lingkungan di ujung barat Pulau Dewata. Oleh karena itu, pengawasan ketat tetap diperlukan untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan tanpa mengancam keberlanjutan ekosistem. Tri