Usia 57 Tahun, Perdiknas Tetap Komit Beri Penghargaan kepada Pegawai

Reward Perdiknas
Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional bersama puluhan pegawai usai menerima penghargaan.

DENPASAR – balinusra.com | Puluhan karyawan dan karyawati yang telah berkontribusi dalam pengembangan lembaga menerima penghargaan dari Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar. Selain penyerahan penghargaan, Perdiknas juga memberikan tali asih kepada dua dosen di lingkungan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) yang telah memasuki masa purnabakti.

Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada Jumat (9/1/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua Perdiknas Dr. AAN. Eddy Supriyadinata Gorda, didampingi Sekretaris Dr. K.G. Sri Dviya T. Amararaja serta Bendahara Wayan Sri Maitri.

Eddy Supriyadinata Gorda alias ESG, mengungkapkan, pemberian penghargaan kepada pegawai di seluruh unit lembaga di bawah naungan Perdiknas merupakan tradisi organisasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan loyalitas karyawan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan serta keharmonisan lingkungan kerja.

Pemberian penghargaan yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Perdiknas ke-57 ini, menurutnya, menjadi momentum untuk menegaskan nilai-nilai organisasi yang berorientasi pada penghargaan atas kontribusi karyawan.

“Kami menggunakan momentum ulang tahun Perdiknas ini bukan untuk perayaan hura-hura, tetapi untuk memberikan hadiah kepada teman-teman yang telah berkontribusi,” ujarnya.

ESG menegaskan bahwa Perdiknas lebih menekankan pendekatan kemanusiaan dalam lingkungan kerja serta berupaya memastikan kesejahteraan karyawan. Ia mengakui bahwa institusi belum sepenuhnya mampu memberikan yang terbaik, namun akan terus berusaha untuk meningkatkan perhatian terhadap pegawai.

Ke depan, ESG menyebutkan bahwa pemberian penghargaan kepada pegawai, baik dalam bentuk hadiah pernikahan, ulang tahun, hari besar keagamaan, maupun bentuk apresiasi lain yang bersifat kemanusiaan, akan terus ditingkatkan demi kenyamanan karyawan di masing-masing unit kerja.

Ia juga menegaskan bahwa pemberian penghargaan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada prestasi akademik. Menurutnya, penilaian prestasi berada di tingkat unit kerja masing-masing, sementara Perdiknas berfokus pada aspek non-akademik dan kesejahteraan pegawai.

“Prestasi itu letaknya di unit masing-masing. Perdiknas lebih menekankan aspek kemanusiaan di lingkungan kerja,” katanya.

Salah satu penerima tali asih, I Nengah Riana, mengungkapkan bahwa kebijakan dan perhatian yang diberikan Perdiknas benar-benar ia rasakan manfaatnya sepanjang perjalanan kariernya.

Riana bergabung di Undiknas sejak tahun 1986 dan memulai karier sebagai staf biasa. Berkat dedikasi dan prestasi yang ditunjukkannya, ia memperoleh dukungan dari pimpinan saat itu untuk melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Undiknas melalui beasiswa penuh.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Riana langsung dipercaya menjadi dosen, seiring dengan ketentuan yang berlaku pada masa itu yang masih memperbolehkan lulusan S1 untuk mengajar.

“Ketika regulasi kemudian berubah dan mewajibkan dosen memiliki kualifikasi S2, saya kembali melanjutkan pendidikan magister di Universitas Udayana dengan dukungan dari yayasan. Saya tetap berkarier di Undiknas hingga sekarang memasuki usia pensiun,” terangnya.

Riana juga menjelaskan bahwa kedua anaknya merupakan alumni Undiknas, masing-masing dari jurusan Manajemen dan Akuntansi, dengan biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung oleh yayasan.

“Saya betul-betul terima kasih sekali karena dukungan dari yayasan dan juga rektor. Dulu tidak berpikir bisa sejauh ini di dunia akademik, namun saya merasakan langsung manfaatnya. Terima kasih juga atas motivasi yang diberikan, khususnya kepada karyawan dan dosen agar bisa melanjutkan studi hingga S3. Saya bersyukur bisa sampai S2,” pungkasnya. Baiq

TERP HP-01