BADUNG – balinusra.com | Universitas Warmadewa kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 2 Kuta Utara, Kabupaten Badung. Mengusung tema “Implementasi Konsep Smart City dan Smart School bagi Siswa SMA sebagai Penguatan Literasi Pemerintahan Daerah”, kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Drs. I Made Yudhiantra, M.AP. sebagai Ketua Tim Pengabdian. Program ini bertujuan meningkatkan literasi pemerintahan digital di kalangan generasi muda sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap transformasi digital.
Kegiatan pengabdian dirancang sebagai intervensi yang sistematis untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain masih rendahnya literasi pemerintahan digital siswa, belum terintegrasinya konsep Smart School dalam proses pembelajaran, terbatasnya kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual, serta rendahnya partisipasi siswa dalam memanfaatkan layanan publik digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian menghadirkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pihak sekolah, akademisi, dan pemangku kepentingan daerah sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya relevan dengan kebutuhan sekolah, tetapi juga berkelanjutan dan dapat diukur keberhasilannya secara kuantitatif maupun kualitatif.
Program pengabdian diwujudkan melalui tiga kegiatan utama. Pertama, Program Literasi Smart City dan Pemerintahan Digital bagi Siswa, yang memberikan pelatihan tematik mengenai konsep Smart City, tata kelola pemerintahan digital, layanan publik berbasis teknologi, serta etika digital. Pembelajaran dilaksanakan secara interaktif melalui simulasi penggunaan aplikasi layanan publik, diskusi reflektif, serta penerapan metode project-based learning dan experiential learning, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual sesuai implementasi Smart City di Kabupaten Badung. Kedua, tim mengembangkan Modul Smart School Terintegrasi Smart City yang disusun bersama guru sebagai bahan ajar lintas mata pelajaran, seperti PPKn, Informatika, Geografi, dan Sosiologi. Modul ini diharapkan menjadi panduan pembelajaran yang mampu menghubungkan teknologi, pelayanan publik, kebijakan pemerintah daerah, dan kewargaan digital secara terpadu.
Selain berfokus pada siswa, program ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru melalui Workshop dan Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Literasi Pemerintahan Digital.
Pelaksanaan pengabdian ini sekaligus menjadi implementasi nyata semangat Kampus Berdampak yang diusung Universitas Warmadewa, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Smart City dan pemerintahan digital, tetapi juga memperkuat kapasitas guru sebagai agen perubahan dalam pembelajaran abad ke-21. Lebih jauh, kegiatan ini mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang selaras dengan transformasi digital pemerintah daerah, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki literasi digital, kesadaran sebagai warga negara digital (digital citizenship), serta kesiapan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Warmadewa, SMA Negeri 2 Kuta Utara, dan Pemerintah Kabupaten Badung, program ini diharapkan menjadi model pengabdian yang berdampak nyata bagi penguatan kualitas pendidikan dan tata kelola pemerintahan digital di Indonesia.rl





