DENPASAR – balinusra.com | Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII ditutup dengan kegiatan sosial penuh makna di Panti Asuhan Tat Twam Asi, Rabu (25/2). Momentum berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu ini menjadi penegas bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berbicara tentang mutu akademik, tetapi juga kepedulian dan keberpihakan terhadap masa depan generasi muda.
Peringatan HUT ke-44 tahun ini mengusung tema “Menguatkan Mutu, Memperluas Akses, Mewujudkan Pendidikan Tinggi Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) agar semakin adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus inklusif dalam membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia HUT yang diketuai Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP, melaksanakan Dharma Bakti dengan mengunjungi panti asuhan tersebut. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh perwakilan pengurus Panti Asuhan Tat Wam Asi, Ni Ketut Budiani bersama 37 anak asuh yang saat ini tinggal di sana.
Prof. Suranaya Pandit menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen LLDikti Wilayah VIII dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Agenda ke Panti Asuhan Tat Twam Asi ini merupakan penutup rangkaian HUT ke-44 LLDikti Wilayah VIII melalui kegiatan Dharma Bakti. Kami diterima dengan sangat baik oleh pihak yayasan dan adik-adik di sini. Kami hadir dengan niat tulus untuk berbagi dan saling membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang diusung yayasan melalui filosofi “Tat Twam Asi”, yakni kamu adalah aku dan aku adalah kamu, sejalan dengan nilai yang ingin dihadirkan dalam dunia pendidikan. “Di mata Tuhan kita sama, baik adik-adik di sini maupun kami sebagai pimpinan perguruan tinggi dari berbagai perguruan tinggi. Karena itu, hari ini kami hadir untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan semangat agar mereka tetap sehat, tetap optimis, serta mampu meraih cita-cita,” tuturnya.
Menurutnya, pendidikan adalah jembatan utama untuk mengubah masa depan. Oleh sebab itu, seluruh perguruan tinggi di bawah naungan LLDikti Wilayah VIII, termasuk Universitas Warmadewa, membuka peluang bagi anak-anak panti asuhan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi apabila ada lulusan dari sini yang mendaftar sebagai mahasiswa baru. Tersedia berbagai macam beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung mereka melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Yayasan Tat Twam Asi, Ni Ketut Budiani menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan panitia HUT LLDikti Wilayah VIII. Kunjungan tersebut dinilai menjadi suntikan semangat bagi anak-anak asuh yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih karena telah berinisiatif memilih panti asuhan ini sebagai tempat menjalin tali kasih,” ujar perwakilan yayasan.
Saat ini, panti asuhan tersebut membina 37 anak. Sejak berdiri pada 1987, Yayasan Tat Twam Asi telah mencatatkan capaian membanggakan. Sebanyak 325 anak telah menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA, sementara 33 orang berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa dengan pendampingan dan kesempatan yang tepat, anak-anak yatim piatu pun mampu bersaing dan meraih prestasi. Namun demikian, pihak yayasan berharap dukungan dari perguruan tinggi terus mengalir agar semakin banyak anak asuh yang dapat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
“Pada kesempatan ini, kami memohon kiranya pimpinan Universitas Warmadewa dapat menerima anak-anak kami untuk mengenyam pendidikan di sana. Besar harapan kami agar permohonan ini dapat dikabulkan,” ungkapnya.
Kegiatan sosial ini pun menjadi penutup yang sarat makna bagi peringatan HUT ke-44 LLDikti Wilayah VIII. Di tengah berbagai agenda formal yang telah dilaksanakan sebelumnya, momen berbagi di panti asuhan menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi yang berdampak harus mampu menjangkau dan memberdayakan mereka yang membutuhkan.
Melalui langkah sederhana namun penuh kepedulian ini, LLDikti Wilayah VIII menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tinggi bukan hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat luas.rl












