DENPASAR – balinusra.com | Dalam upaya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi dunia yang bermartabat, Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Gubernur Bali ini membahas berbagai poin krusial. Mulai dari rencana pembukaan kantor konsulat hingga penanganan kejahatan siber lintas negara.
Melihat tingginya minat warga Amerika Serikat terhadap Pulau Dewata, Dubes Haymond mengungkapkan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pelayanan bagi warga negara Amerika yang jumlahnya terus meningkat.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 270 ribu warga Amerika tercatat berkunjung ke Bali pada tahun lalu. Fakta menariknya, sebanyak 80 persen wisatawan Amerika yang menuju Indonesia menjadikan Bali sebagai tujuan utama mereka.
Bahkan pada tahun 2025, jumlah kunjungan dari Negeri Paman Sam menempati peringkat ketujuh terbanyak.
Selain membahas potensi wisata, pertemuan ini juga menyoroti tantangan keamanan global, khususnya fenomena penipuan siber (scam) yang marak di Asia Tenggara.
Dubes Haymond mencatat bahwa warga Amerika mengalami kerugian fantastis mencapai 10 miliar dolar AS akibat kejahatan ini pada tahun lalu.
Untuk mengantisipasi hal tersebut di Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia. Fokus utamanya adalah memberantas pusat-pusat penipuan yang menyasar masyarakat luas, terutama di kawasan destinasi wisata.
Pariwisata tetap menjadi tulang punggung utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen. Setelah sempat terpuruk akibat pandemi, Bali kini menunjukkan tren pemulihan yang signifikan.
Tercatat kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 7,1 juta orang, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah pariwisata Bali. Kemudian, ekonomi Bali juga tumbuh sebesar 5,82 persen, menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Serta tingkat kemiskinan di Bali tercatat sebesar 1,45 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Indonesia.
Gubernur Koster menegaskan, meski luas Bali hanya 0,1 persen dari wilayah Indonesia, kekuatannya terletak pada kebudayaan unik di 1.500 desa adat.
Guna menjaga keberlangsungan ini, Pemprov Bali tengah menjalankan arah pembangunan jangka panjang “Bali 100 Tahun ke Depan”.
Beberapa langkah nyata yang sedang dan akan diambil yaitu, menata tata kelola pariwisata agar lebih berkualitas dan mengendalikan perilaku wisatawan asing. Penerapan kebijakan pungutan Rp 150 ribu bagi turis asing untuk pelestarian alam dan budaya.
Kemudian, pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis energi listrik, serta sistem transportasi ramah lingkungan untuk mengatasi kemacetan.
“Ke depan, pariwisata Bali akan kami tata dengan arah yang semakin kuat agar dijalankan secara berkualitas, bermartabat. Serta memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat Bali,” tegas Gubernur Koster. Baiq












