TABANAN – balinusra.com | Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) 2026. Acara yang digelar di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan pada 27 Juli 2026 ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
GPIPS merupakan evolusi dari program sebelumnya, yaitu Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini dirancang untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks dengan menyelaraskan prioritas pada ketahanan pangan, energi, dan finansial.
Tantangan Inflasi dan Strategi 4K di Balinusra
Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy B. Hutabarat, menyoroti bahwa wilayah Balinusra menghadapi tantangan unik sebagai wilayah kepulauan. Terutama risiko perubahan iklim dan dinamika global.
Untuk mengatasinya, Bank Indonesia konsisten menerapkan Strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Selain itu, Bank Indonesia mendorong replikasi sistem Subak Bali sebagai model tata kelola irigasi dan produksi yang efisien untuk sinkronisasi wilayah surplus dan defisit pangan.
Komitmen Panca Kerthi Pangan
Dalam forum ini, disepakati komitmen bersama bertajuk Panca Kerthi Pangan. Fokus utamanya mencakup lima langkah strategis, yakni meningkatkan kapasitas petani, nelayan, dan pelaku usaha.
Kemudian, mempercepat penerapan digitalisasi dan mekanisasi pertanian (Good Agricultural Practices). Memperkuat ketahanan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penguatan lembaga pangan. Serta memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan fasilitasi distribusi.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan bahwa ketahanan pangan daerah adalah fondasi stabilitas nasional. Terutama dalam memitigasi dampak El Nino.
Sejalan dengan itu, Deputi Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyoroti pentingnya peran BUMN/BUMD sebagai offtaker hasil panen untuk menjamin rantai pasok.
Implementasi Nyata di Lapangan
Hingga saat ini, sinergi TPIP dan TPID telah membuahkan hasil positif. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen (yoy), tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen GPIPS Balinusra 2026, dilakukan pula penyaluran bantuan sarana prasarana pertanian modern bagi kelompok tani. Penandatanganan KAD untuk distribusi komoditas strategis. Serta penguatan program urban farming dan dukungan pembiayaan sektor pertanian.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Baiq





