DENPASAR – balinusra.com | Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), mencatatkan sejarah baru. Program yang dirancang khusus untuk fleksibilitas ini resmi melahirkan lulusan sarjana pertamanya sejak dibuka pada tahun 2022.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kuliah fleksibel adalah solusi efektif bagi para profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa mengorbankan karier.
Kisah Sukses Lulusan Perdana: Kuliah di Sela Jadwal Shift
Lulusan pertama yang membanggakan tersebut adalah Ni Made Indah Dwi Lestari (28). Sebagai seorang Supervisor Pax and Baggage Handling Officer di PT Gapura Angkasa, Indah harus menghadapi jadwal kerja sistem shift yang padat.
Namun, sistem PJJ Manajemen Undiknas memungkinkannya menyelesaikan 144 SKS dalam waktu tepat empat tahun.
“Saya merasa sangat terbantu karena bisa lebih fleksibel mengatur jadwal kerja dan kuliah,” ungkap Indah usai mengikuti yudisium pada Kamis (4/6/2026).
Ia juga mengatakan bahwa responsivitas dari dosen, ketua program studi (kaprodi), hingga dekan sangat membantu kelancaran studinya ketika menghadapi kendala teknis maupun akademik.
Sistem LMS: Kuliah dari Bali hingga Maldives
Sementara itu, Ketua Program Studi PJJ Manajemen FEB Undiknas, I Gusti Ayu Agung Istri Dinda Larasshanti Jelantik, S.M., MIB, menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 190 mahasiswa yang bergabung dalam program ini.
Sebaran mahasiswanya pun cukup luas, tidak hanya dari Bali, tetapi juga dari luar daerah bahkan ada yang bekerja di Maldives.
Ia menyebutkan, keunggulan utama program ini terletak pada Sistem Asinkronus, yang mana materi, video pembelajaran, dan tugas diakses melalui Learning Management System (LMS) kapan saja.
Kemudian, program tersebut dirancang khusus untuk mereka yang tidak bisa hadir fisik di kampus. Meski berbasis daring, kehadiran dan capaian pembelajaran tetap dipantau secara ketat.
“Jangan berpikir kuliah online itu lebih mudah. Semua proses belajar tetap terukur dan diawasi ketat, mulai dari tugas hingga kehadiran,” tegas I Gusti Ayu.
Komitmen Kualitas Akademik Undiknas
Dekan FEB Undiknas, Dr. Desak Made Febri Purnama Sari, S.E., M.M., mengatakan, minat masyarakat terhadap PJJ terus meningkat karena menawarkan kualitas akademik yang setara dengan program reguler.
“Mahasiswa tetap memperoleh pendidikan yang sama sesuai standar akademik perguruan tinggi. Hanya metode pembelajarannya yang berbeda, karena dilakukan secara daring,” kata Dr. Desak.
Ia pun menambahkan, program ini terbuka bagi siapa saja tanpa batasan usia, asalkan memiliki komitmen belajar yang kuat.
Kesuksesan Indah sebagai lulusan pertama hanyalah awal. PJJ Manajemen Undiknas memperkirakan akan kembali meluluskan sekitar 50 mahasiswa pada periode wisuda mendatang.
Hal ini semakin memperkokoh posisi Undiknas sebagai pionir pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja modern. Baiq





