Sekda Lombok Timur Pastikan Kelangkaan LPG 3 Kg Tak Terkait Konflik Timur Tengah

Sekda Lombok Timur Pastikan Kelangkaan LPG 3 Kg Tak Terkait Konflik Timur Tengah
Kelangkaan LPG 3 kg yang sempat terjadi di sejumlah wilayah tidak berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Foto: Ilustrasi

LOMBOK TIMUR – balinusra.com | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik, memastikan bahwa kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi di sejumlah wilayah tidak berkaitan dengan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

“Hasilnya dapat saya sampaikan, pertama memang secara kuota sebagaimana surat Pak Bupati, alhamdulillah sudah dipertimbangkan dan dipastikan mulai nanti sore akan ada penebalan kuota,” kata Juaini Taofik saat ditemui, Senin (6/4/2026).

Menjawab pertanyaan mengenai kelangkaan yang terjadi pasca Lebaran 1447 Hijriah, ia mengakui adanya faktor panic buying dari masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan konflik di Timur Tengah seperti yang sempat menjadi isu di masyarakat.

“Jujur memang ada faktor panic buying, itu kita akui. Tapi itu karena kekhawatiran sesaat, bukan karena konflik. Kemarin sempat juga di SPBU orang antre, tetapi begitu pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak ada kenaikan harga, buktinya tidak ada antrean lagi,” tegas Ofik sapaan karibnya.

Ia menjelaskan, kuota normal LPG 3 kg di Lombok Timur mencapai 35.100 tabung. Dalam minggu ini, Pemerintah Pusat dan Pertamina memberikan tambahan kuota sebanyak 24.440 tabung.

“Penambahan yang kita lakukan ini diharapkan mampu mengatasi kelangkaan yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Penambahan Kuota LPG 3 Kg

Ofik menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan 21 kecamatan, pihaknya memutuskan untuk memfokuskan penyaluran tambahan kuota terlebih dahulu di empat kecamatan yang dinilai paling prioritas. Seperti Kecamatan Pringgasela, Lenek, Amal, dan Wanasabah.

“Insya Allah hari ini akan diantarkan. Kemarin kita dapat info sampai ada yang antre di Ael Utara. Itu yang masuk dulu kita selesaikan yang prioritas, karena besok juga ada tambahan lagi. Besok mungkin kita ratakan di semua pangkalan,” jelasnya.

Terkait mekanisme penyaluran, ia menegaskan bahwa pemerintah akan mendistribusikan LPG 3 kg langsung ke pangkalan resmi yang berizin, bukan ke pengecer. Hal ini untuk mengendalikan harga agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Bayangkan kalau ini kita drop ke pengecer, kita gak boleh melebihi harga HET-nya. Kalau ke pengecer nanti dikhawatirkan harganya meningkat. Maka kita fokus semua di pangkalan sambil menormalkan,” tuturnya.

Kabupaten Lombok Timur memiliki 770 pangkalan resmi. Pangkalan-pangkalan ini terikat izin sehingga lebih mudah diawasi. Pemerintah juga akan membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan perizinan dan Satpol PP untuk mengawasi harga.

“Bilamana nanti ada pangkalan yang menjual harga di atas ketentuan, kita bisa mengoreksi. Mungkin izinnya yang dievaluasi,” tambahnya.

Juaini Taofik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Karena stok LPG 3 kg dipastikan aman dengan adanya penambahan kuota dan pengawasan yang ketat. “Jangan sampai masyarakat membeli terlalu lebih, dan kami akan ada penambahan,” tutupnya. Red