DENPASAR – balinusra.com | Banjir yang melanda Bali pada 10 September 2025 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Berdasarkan data BNPB per 12 September, bencana ini menyebabkan 18 orang meninggal dunia dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah.
Sebagai bentuk kepedulian, pendiri Sarin Biyu, Made Dwi Antara bersama kerabatnya, menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir di Kelurahan Peguyangan yang terdampak cukup parah.
“Kami mohon maaf belum bisa maksimal sekali untuk berbuat yang lebih besar. Jadi hanya hal kecil yang bisa saya lakukan sebagai insan manusia yang peduli sesama umat. Ada pun bantuan yang saya bawa hari ini, beras, telur, sayur mayur, mie instan dan minyak goreng,” jelasnya, di sela acara berbagi Minggu (14/9/2025) malam.
Dwi menegaskan, aksi ini bukan yang terakhir. Ia berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan, terutama bagi korban yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah maupun masyarakat sekitar, sembari menunggu informasi lokasi yang tepat.
Pada kesempatan itu, Dwi juga berpesan kepada para korban agar tetap tabah menghadapi musibah. “Ya cuman kata sabar yang bisa terucap dari bibir ini, apapun ke depan kita selalu berdoa, tetap menjadi sesuatu hal yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar pria kelahiran Gianyar ini.
Selain itu, Dwi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar bencana serupa dapat diminimalisir. Menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah sampah yang menyumbat aliran sungai sehingga airnya meluap.
Dwi menambahkan pihaknya rutin tiap tiga bulan sekali melakukan kegiatan berbagi kasih terutama ke pelosok-pelosok yang lebih memerlukan. “Kegiatan seperti ini rutin tiga bulan sekali. Cuman karena ini urgent, saya baru sebulan yang lalu melakukan kegiatan peduli kasih ini juga secara pribadi. Kami tetap rutin tiga bulan sekali ke pelosok-pelosok yang lebih memerlukan,” tutupnya. Baiq












