Sambut Mudik Lebaran 2026, Pelindo Benoa Siagakan Posko Terpadu Meski Trafik Penumpang Melandai

Sambut Mudik Lebaran 2026, Pelindo Benoa Siagakan Posko Terpadu Meski Trafik Penumpang Melandai
Pelabuhan Benoa siapkan pelayanan optimal kawal arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Foto: Istimewa

DENPASAR – balinusra.com | Guna menjamin kelancaran arus pulang kampung, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional Bali Nusra resmi mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa. Langkah ini diambil sebagai pusat kendali operasional dan koordinasi antar-instansi demi menjaga keamanan serta kenyamanan penumpang selama masa puncak mudik.

Meskipun kesiagaan ditingkatkan, data menunjukkan adanya tren penurunan jumlah pengguna jasa transportasi laut di pelabuhan kebanggaan masyarakat Bali ini.

Berdasarkan estimasi operasional untuk periode 7 Maret hingga 7 April 2026, Pelabuhan Benoa diprediksi akan melayani sekitar 4.480 penumpang dengan total delapan kunjungan kapal. Angka ini mencakup 2.664 penumpang yang berangkat (embarkasi), dan 1.816 penumpang yang tiba (debarkasi).

Secara statistik, jumlah ini mengalami penurunan signifikan sebesar 39,7 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang mencapai 7.424 penumpang.

Penyebab Penurunan Arus Mudik di Benoa

General Manager Pelindo Regional Bali Nusra, Agung Mataram menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh kebijakan strategis operator pelayaran.

Banyak armada kapal yang biasanya singgah di Benoa kini dialihkan untuk memperkuat rute dengan permintaan tinggi. Khususnya jalur Kalimantan – Jawa.

Selain faktor armada, kondisi demografis Bali juga menjadi alasan stabilnya pergerakan massa. “Mayoritas penduduk Bali adalah non-muslim. Sehingga fluktuasi penumpang saat Lebaran tidak se-ekstrem di Pulau Jawa atau Sumatera,” ungkap Agung Mataram.

Manajemen Pelindo memprediksi puncak arus penumpang di Pelabuhan Benoa akan terjadi pada pertengahan Maret. Data internal mencatatkan dua tanggal krusial, yaitu 16 Maret 2026 estimasi 948 penumpang, dan 14 Maret 2026 estimasi 876 penumpang.

Menghadapi potensi kepadatan tersebut, Pelindo telah melakukan berbagai langkah preventif, mulai dari optimalisasi ruang tunggu terminal hingga peningkatan standar keselamatan bagi pengguna jasa.

Demi operasional yang tanpa kendala, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pihak KSOP, PT Pelni, dan aparat keamanan terkait.

Fokus utama saat ini adalah penyiapan personel tambahan serta pengawasan ketat di area pelabuhan agar pengalaman mudik tahun ini tetap aman, tertib, dan berkesan bagi masyarakat. Baiq