Rayakan Ngembak Geni, Wawali Arya Wibawa Buka Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2026

Rayakan Ngembak Geni, Wawali Arya Wibawa Buka Sesetan Heritage Omed-omedan Festival 2026
Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung; Anggota Provinsi Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari dan Putu Melati Purbaningrat Yo saat pembukaan SHOOF 2026, di Banjar Kaja Sesetan, Jumat (20/3). Foto: Istimewa

DENPASAR – balinusra.com | Semarak hari Ngembak Geni di Kota Denpasar kembali diwarnai dengan gelaran budaya ikonik, Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOF) 2026. Bertempat di Jalan Sesetan, tepat di depan Banjar Kaja, kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Jumat (20/3/2026).

Pembukaan festival tahunan yang diinisiasi oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) Satya Dharma Kerti ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita, serta pemukulan tawa-tawa. Gelaran tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-18 kalinya, membuktikan konsistensi pemuda Banjar Kaja dalam menjaga warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa memberikan apresiasi tinggi kepada STT Satya Dharma Kerti yang terus konsisten merawat tradisi Omed-omedan sebagai identitas budaya Sesetan. Ia menekankan pentingnya inovasi bagi anak muda agar tradisi tetap relevan di masa depan.

“SHOF adalah bukti nyata bahwa generasi muda kita memiliki kecintaan yang mendalam terhadap warisan budaya. Kami berharap kreativitas dan gagasan baru terus dituangkan agar tradisi ini tetap terjaga,” ujar Arya Wibawa di sela acara yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh legislative, seperti Ni Wayan Sari Galung, Luh Putu Mamas Lestari, dan Putu Melati Purbaningrat Yo.

Sementara itu, Ketua Panitia SHOF 2026, Kadek Dhivanny menjelaskan, tema yang diusung tahun ini adalah “Toya Prakerti”. Tema ini mengandung pesan mendalam untuk senantiasa memuliakan air sebagai sumber kehidupan, alam, sekaligus fondasi budaya.

“Melalui tema ini, kami ingin menanamkan kesadaran. Khususnya bagi generasi penerus, bahwa air dan alam adalah harta tak ternilai yang harus kita jaga demi masa depan,” tegas Dhivanny.

Selain tradisi utama Omed-omedan, SHOF 2026 juga menjadi wadah kreativitas seni dan pemberdayaan ekonomi. Beberapa agenda menarik yang digelar antara lain kompetisi pembuatan tapel ogoh-ogoh dan lomba sketsa ogoh-ogoh.

Serta pemberdayaan UMKM dengan melibatkan 68 pelaku UMKM lokal yang menjajakan produk kerajinan hingga kuliner tradisional.

Pihak panitia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Denpasar. Sehingga Sesetan Heritage Omed-omedan Festival ini berjalan sukses setiap tahunnya. Baiq