PT Ahimsa Prosperity Group Kembangkan Unit Bisnis Berdampak Sosial

35 degres
Salah satu unit bisnis PT Ahimsa Prosperity Group.

BADUNG – balinusra.com | I Made Sukanaya, pria kelahiran Jimbaran, Kabupaten Badung, sukses mengembangkan sejumlah unit bisnis di bawah naungan PT Ahimsa Prosperity Group dengan mengusung konsep Awatara sebagai fondasi utama usahanya.

Konsep Awatara dimaknai sebagai upaya menyelamatkan, membuka lapangan kerja, serta memakmurkan masyarakat kurang mampu. Nilai tersebut menjadi landasan dalam setiap pengembangan unit usaha yang ia rintis.

Sukanaya menuturkan, perjalanan membangun usahanya berangkat dari empati sosial. Pada masa pandemi Covid-19, ia membuka sebuah warung makan di kawasan Jimbaran yang didedikasikan untuk membantu seorang ibu yang saat itu tengah mengalami kesulitan ekonomi. Langkah tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya rangkaian usaha berbasis kepedulian sosial.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintisnya terus berkembang. Ia mendirikan sejumlah unit usaha lain yang bergerak di sektor kuliner dan gaya hidup dengan konsep yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Namun, Sukanaya menegaskan bahwa pendirian berbagai unit usaha tersebut bukan semata untuk memperkaya diri. Dengan visi dan misi kemanusiaan, ia berupaya menciptakan lapangan kerja yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Saya membuat usaha ini untuk menciptakan kemakmuran dan mengurangi penderitaan keluarga. Dengan membuka lapangan kerja, kita bisa membantu keluarga yang kurang mampu. Dari analisa yang saya lakukan, persoalan terbesar dalam keluarga adalah masalah ekonomi,” ujarnya saat ditemui di Jimbaran, Badung, Minggu (18/1/2026).

Ia menyebut konsep usaha yang dijalankannya sebagai Dharma Usaha, yakni usaha yang dibangun bukan demi kepentingan pribadi, melainkan sebagai sarana membantu sesama yang membutuhkan.

“Kita tidak terikat oleh status atau hubungan apa pun, hanya terikat pada kebenaran. Di mata Tuhan kita semua sama. Usaha ini milik bersama, mari kita besarkan agar bisa menjadi penyelamat dalam aspek sandang, pangan, dan papan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sukanaya menegaskan komitmennya untuk menyalurkan keuntungan usaha bagi masyarakat kurang mampu, termasuk dukungan biaya pendidikan serta penguatan pelaku UMKM.

“Saya menjalani Dharma Usaha yang disebut Tapa Tria Marga, bekerja dan mengabdi kepada Tuhan tanpa terikat pada hasil. Memang tidak mudah, tetapi biarlah Tuhan yang mengatur,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir para manajer dari masing-masing unit usaha, di antaranya Yanti Camelia (Head Manager), Agung Sri Devi (Manajer Operasional 35 Degrees Bar & Resto), I Made Artatenaya (Manajer Vitamin Sea Sunset Bar), I Gde Agung Ramanda Pinangguh (Manajer Warung Meating), Rina (Manajer Warung Pempek Cinta), serta Deddy (Manajer Warung Babi Guling Made Jimbaran). (TIM)

TERP HP-01