Pie Susu Dewata Agung Buka Kunjungan Produksi untuk Semua Jenjang Pendidikan

KUNJUNGN KE PIE SUSU DEWATA AGUNG
Salah satu aktivitas saat kunjungan ke Pie Susu Dewata Agung. Foto : Ist

DENPASAR – balinusra.com | Pie Susu Dewata Agung di Jl. Bypass Ngurah Rai menjadi satu-satunya pusat oleh-oleh di Bali yang menawarkan program kunjungan produksi dan kunjungan industri. Program ini terbuka untuk TK, SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, hingga perusahaan dan BUMN.

Setiap jenjang mendapat materi yang berbeda. TK belajar sambil bermain, SD dan SMP mengenal higienitas serta alat produksi, SMA/SMK mempelajari industri halal dan pemasaran, Kampus dan BUMN mengikuti sesi benchmarking UMKM berkelanjutan.

CEO Pie Susu Dewata Agung, Muchram Ibrahim, mencatat 18.565 peserta mengikuti kunjungan tersebut dalam dua tahun terakhir. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sekitar 60 persen peserta mengikuti kunjungan produksi dan 40 persen mengikuti kunjungan industri. Kunjungan produksi hanya melihat proses pembuatan, sedangkan kunjungan industri bersifat lebih formal karena berisi seminar dan materi edukatif,” jelas Baim, sapaan akrabnya, saat ditemui Selasa (9/12/2025).

Baim juga menjelaskan aturan biaya. Sekolah dan kampus dari luar Bali tidak dikenai biaya karena mereka biasanya membeli oleh-oleh sebagai bentuk dukungan. Sementara sekolah lokal membayar Rp35.000 per peserta. Ia ingin setiap pengunjung mendapatkan lebih dari sekadar pengalaman berbelanja.

“Kami ingin mereka pulang dengan pengetahuan baru tentang proses pembuatan pie susu dan standar higienitas yang kami terapkan,” katanya.

Pie Susu Dewata Agung membuka kunjungan setiap hari. Masyarakat maupun lembaga pendidikan dapat melihat langsung proses produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga produk siap didistribusikan. “Silakan datang. Kami siap memberikan pengalaman yang edukatif dan berkesan,” ujar Baim.

Program ini sekaligus memperkuat wisata edukasi halal yang mendukung ekonomi masyarakat Bali. Baiq

TERP HP-01