DENPASAR-balinusra.com | Di bawah kepemimpinan Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, kebijakan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas), yayasan yang menaungi SMP Nasional, SMKS Teknologi Nasional dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) lebih menitikberatkan pada substansi.
Substansi yang dimaksud yakni menggenjot kesejahteraan keluarga besar Perdiknas sesuai dengan capaian kinerja berbasis data. Hal itu diimplementasikan dengan penyerahan apresiasi kepada puluhan dosen Undiknas dan guru di SMKS Teknas.
ESG, sapaan karib AAN Eddy Supriyadinata Gorda, menegaskan bukan berarti dirinya lebih baik dari pendahulunya. Justru ia merasa paling ‘bodoh’ dari pendahulu.
“Apresiasi untuk keluarga besar Perdiknas ini sebenarnya efesiensi dari perayaan ulang tahun lembaga. Jadi seremonialnya kita pangkas untuk reward. Kalau tidak bisa hebat, minimal kita berbuat baik,” jelas ESG, usai memberikan reward, Jumat 6 Februari 2026 di Kantor Perdiknas.
Adapun reward yang diberikan kepada dosen dan guru yang lulus S2 dan S3, serta reward kenaikan jabatan fungsional (jafung) para dosen.
Asisten Ahli sebanyak 10 orang, reward jafung Lektor 10 orang, reward jafung Lektor Kepala sebanyak 4 orang, dan reward kepada dosen yang lulus Doktoral atau S3 sebanyak 11 orang.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) lembaga pendidikan, menurut dia, sangat menentukan mutu lulusannya. Karena itu peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi hal yang penting untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing.
Ia menyebut reward semacam ini rutin diberikan kepada guru dan dosen untuk memacu mereka meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan reward ini, diharapkan guru dan dosen di, lingkungan Perdiknas lebih terpacu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di Bali, luar Bali maupun di luar negeri.
Perdiknas berupaya membantu biaya pendidikan dosen untuk melanjutkan ke jenjang S3 dengan target selesai di bawah empat tahun.
Jika sebelumnya, per tahun dibantu 43 orang, mulai tahun ini dibatasi 6 orang. Dengan harapan lebih banyak Perdiknas bisa membantu biaya pendidikannya.
Saat ini jumlah dosen bergelar doktor sekitar 50 persen. Sedangkan presentase guru besar sekitar 4 persen.
Ketua Perdiknas mengigatkan jajarannya untuk menyeimbangkan kenyamanan pribadi dengan kenyamanan lembaga, mengingat tantangan di dunia pendidikan semakin kompleks ke depannya.
Adapun penerima reward yakni, Guru SMKS Teknas lulus S2 Satria Pratama. Reward dosen Jafung Asisten Ahli, yakni Putu Indah Dianti Putri, Dewa Ayu Trisna Adhiswari W., Ni Kadek Winda Yanti, Putu Riana Artyanti Putri, Ratna Devi Winayanti, Ni Wayan Yuli Anggreni, I Putu Prana Wiraatmaja, IB Gde Agung Yoga Pramana, Wira Putra Dananjaya dan I Gusti Ayu Tirtayani.
Reward Jafung Lektor, di antaranya Ni Luh Yulyana Dewi, Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani, Ni Putu Budiadnyani, Komang Sri Widiantari, IGA Desy Arlita, IGN Oka Ariwangsa, AA Mia Intentilia, I Wayan Aditya Suranata, I Gede Humaswara Prathama, IGA Ananda Putra.
Jafung Lektor Kepala IGAA Dewi Sucitawathi Pinatih, Putu Eva Ditayani Antari, Ade Wahyudi Oktavia Gama, I Gede Agus Kurniawan.
Reward Lulus Doktoral S3, yakni Ngakan Nyoman Kutha Krisnawijaya, IGN Widya Hadi Saputra, Putu Purnama Dewi, I Komang Agus Ariana, Ketut Tanti Kustina, Ni Made Dhian Rani Yulianti, I Wayan Sukadana, AA Istri Agung Maheswari, IGA Agung Pradnya Dewi, Kadek Wulandari Laksmi, IGN Oka Ariwangsa.












