Penyebab Bali Diguyur Hujan Saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BBMKG Denpasar

Penyebab Bali Diguyur Hujan Saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BBMKG Denpasar
Ilustrasi hujan di Kota Denpasar.

BADUNG – balinusra.com | Meskipun saat ini wilayah Bali telah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Pulau Dewata justru diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Namun, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memastikan bahwa kondisi cuaca tersebut masih dalam kategori normal.

Menurut pihak BBMKG, turunnya hujan di tengah kemarau dipicu oleh dinamika atmosfer lokal yang mendukung pembentukan awan hujan.

Faktor Pemicu Hujan Lokal di Bali

Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Wirata menjelaskan, aktifnya gelombang Rossby dan adanya konsentrasi massa udara basah menjadi faktor utama fenomena ini.

“Meskipun secara umum wilayah Bali sudah musim kemarau, potensi hujan masih dapat terjadi secara lokal, dan tidak merata ketika ada faktor cuaca pendukung,” terang Wirata, Selasa (28/7/2026).

Selain itu, hangatnya suhu permukaan laut di sekitar Bali juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan uap air di atmosfer. Berdasarkan analisis tersebut, BBMKG memprediksi cuaca untuk beberapa hari ke depan masih akan fluktuatif.

“Untuk tiga hari ke depan, wilayah Bali masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” tuturnya, merujuk pada potensi hujan di wilayah Bali bagian barat, tengah, selatan, dan timur.

Mengapa Udara Bali Terasa Dingin di Malam Hari?

Selain hujan, masyarakat juga merasakan suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Wirata menjelaskan, hal ini dipengaruhi oleh angin Monsun Australia dan minimnya tutupan awan.

Minimnya awan membuat panas matahari yang diserap bumi pada siang hari tidak tertahan di atmosfer saat malam hari.

“Langit yang cerah menyebabkan panas di permukaan bumi lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari melalui proses radiasi,” jelas Wirata.

Imbauan Keselamatan dan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Menanggapi kondisi cuaca saat ini, BBMKG mengeluarkan beberapa poin penting bagi masyarakat dan pelaku industri di Bali;

  1. Waspada Gelombang Tinggi: Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter atau lebih di beberapa perairan Bali. Nelayan dan pelaku wisata bahari diminta meningkatkan kewaspadaan.
  2. Sektor Pertanian: Petani disarankan menyiapkan penampungan air dan menggunakannya secara bijak untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
  3. Cegah Kebakaran Hutan: Warga dilarang keras membakar sampah atau lahan kering demi mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  4. Pantau Informasi Resmi: Masyarakat diminta tetap waspada terhadap informasi cuaca terkini.

“Kami imbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca ekstrem yang dikeluarkan berkala,” pungkas Wirata. Baiq