JAKARTA, balinusra.com – Pemerintah memastikan bahwa penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan meskipun memasuki bulan suci Ramadhan. Pemerintah mengambil langkah ini agar asupan nutrisi bagi siswa, ibu hamil, serta ibu menyusui tetap terpenuhi dengan baik.
Neski begitu, terdapat beberapa penyesuaian mekanisme agar program tetap selaras dengan ibadah puasa yang masyarakat jalankan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan empat mekanisme penyaluran khusus selama Ramadhan. Perubahan utama terletak pada fleksibilitas waktu dan pola distribusi makanan agar tidak mengganggu ibadah.
“Selain itu, jika biasanya makanan dibagikan untuk konsumsi siang hari, kini skemanya berubah menjadi lebih dinamis. Penerima manfaat dapat membawa pulang paket makanan untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa atau sahur,” terang Dadan Hindayana.
Penyaluran Makan Bergizi Gratis dengan cara ini, maka nilai gizi yang diterima masyarakat tetap optimal meskipun jadwal makan mengalami perubahan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan menjelaskan, pemerintah akan merancang komposisi khusus menu MBG selama Ramadhan. Menu yang tersedia harus memiliki daya simpan yang lebih baik, namun tetap praktis untuk dikonsumsi di luar lingkungan sekolah.
Pemerintah tetap memprioritaskan kandungan nutrisi penting seperti protein dan karbohidrat sebagai sumber energi. Serta kandungan vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Manfaat program tidak boleh berkurang sedikit pun, meski waktu konsumsinya bergeser,” tegas Zulkifli Hasan.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah penghalang bagi pelaksanaan program strategis nasional. Justru momen ini menjadi bukti fleksibilitas kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.
Untuk mendukung keberhasilan distribusi, pemerintah memperkuat koordinasi dengan beberapa pihak, di antaranya pihak sekolah dan tenaga pendidik, mitra penyedia makanan (vendor), dan orang tua siswa melalui kegiatan sosialisasi.
Langkah ini sangat penting untuk memastikan seluruh makanan yang sampai ke tangan masyarakat tetap dalam kondisi higienis, tertib, dan tepat waktu.
Melalui berbagai adaptasi tersebut, pemerintah berharap Program MBG mampu terus menyokong tumbuh kembang anak serta kesehatan kelompok rentan di Indonesia.
Pemerintah berkomitmen untuk selalu melakukan evaluasi berkala agar program ini berjalan berkelanjutan dan adaptif terhadap berbagai situasi.
Pada akhirnya, tujuan besar dari kebijakan ini adalah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. rl/Baiq.












