Negara Segitiga Karang Sepakati Tujuh Keputusan Strategis di SOM-20

SOM-20
Press Konferensi di sela pertemuan 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) di Bali, Rabu (10/12/2025). Foto : Baiq

BADUNG – balinusra.com | Enam negara anggota Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste, menyepakati tujuh keputusan strategis dalam pertemuan 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) di Bali, Rabu (10/12/2025).

Kesepakatan ini menjadi dasar arah kerja sama kawasan untuk 2026, yang mencakup tata kelola, program teknis, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Adapun tujuh keputusan tersebut meliputi:

  1. Pengesahan Laporan Chair SOM-20, yang merangkum capaian bersama dan prioritas negara anggota.
  2. Pengakuan Laporan Tahun 2025 dari enam negara sebagai bagian dari kemajuan kolektif di kawasan Segitiga Karang.
  3. Penyetujuan laporan dan rekomendasi kelompok kerja tata kelola MEWG, FRWG, dan IRC untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas CTI-CFF.
  4. Pengesahan rencana kerja dan anggaran 2026 dari kelompok kerja teknis, mencakup program seascapes, perikanan berbasis ekosistem, kawasan konservasi laut, adaptasi perubahan iklim, serta perlindungan spesies terancam.
  5. Penerimaan laporan Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF mengenai capaian tahun berjalan dan prioritas tahun berikutnya.
  6. Pemberian apresiasi kepada para mitra CTI-CFF atas dukungan mereka dalam penguatan kerja sama lintas sektor.
  7. Pengesahan Chair’s Summary SOM-20 sebagai dasar kebijakan dan panduan implementasi program regional pada 2026.

Ketua Delegasi Indonesia sekaligus Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, menekankan pentingnya konsistensi negara anggota dalam menjaga keberlanjutan kawasan Segitiga Karang.

“Indonesia memastikan bahwa setiap keputusan pada SOM-20 selaras dengan peningkatan kesehatan ekosistem laut dan penguatan pengelolaan perikanan, baik di tingkat nasional maupun regional. Kerja sama yang solid akan mempercepat pencapaian target konservasi dan menjamin keberlanjutan sumber daya bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Dr. Frank Griffin, juga mengapresiasi keterlibatan aktif para delegasi selama proses Pre-SOM dan SOM-20.

“Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk meninjau kemajuan dan menyelaraskan prioritas. Negara anggota berkontribusi aktif dalam agenda tata kelola, teknis, dan lintas sektor, serta menyepakati rencana kerja yang menjadi landasan kuat untuk implementasi tahun mendatang,” kata Frank.

Sekretariat Regional CTI-CFF bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan komitmennya untuk mendukung negara anggota menjalankan hasil keputusan SOM-20. Upaya ini diharapkan memperkuat ketahanan kawasan, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta memastikan pengelolaan sumber daya laut Segitiga Karang bagi generasi kini dan mendatang.

Pertemuan SOM-20 juga menjadi momentum untuk memperbarui arah kerja sama regional. Agenda meliputi evaluasi capaian program 2025, penyelarasan prioritas, serta pembahasan rencana kerja 2026. Selain agenda teknis utama, pertemuan turut membahas berbagai inisiatif lintas sektor seperti Women Leaders Forum, University Partnership, Regional Business Forum, serta laporan kelompok kerja tata kelola. Baiq

 

TERP HP-01