Mahasiswa Poltekkes Denpasar Kembangkan Camilan Sehat Berbasis Pangan Lokal

KKN IPE Poltekkes
KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Sidakarya. Foto : Ist

DENPASAR – balinusra.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar menghadirkan inovasi pangan lokal melalui pengembangan dua produk camilan sehat, yakni Purple Tortilla Wrap dan Puding Air Kelapa dengan sari melon. Kedua produk ini dikembangkan sebagai alternatif makanan praktis berbasis pangan lokal yang mendukung pemenuhan gizi sekaligus upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Padma, pengolah Puding Air Kelapa, menjelaskan bahwa produk tersebut dirancang sebagai makanan penutup sehat yang menyegarkan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan serta mineral tubuh.

“Puding air kelapa ini dibuat untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mineral tubuh. Kami memanfaatkan air kelapa dan melon karena keduanya merupakan pangan lokal dengan rasa segar alami serta potensi gizi yang baik,” ujar Padma dalam keterangan tertulis yang diterima di Denpasar, belum lama ini.

Namun demikian, Padma mengakui terdapat tantangan dalam proses pengolahannya, terutama dalam menjaga keseimbangan rasa dan kualitas bahan baku.

“Kendala utama adalah menyesuaikan rasa agar tidak terlalu hambar atau terlalu manis. Selain itu, air kelapa segar memiliki daya simpan yang singkat sehingga harus segera diolah agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, Trisna selaku pengolah Purple Tortilla Wrap menyampaikan bahwa produk tersebut dikembangkan sebagai camilan sehat yang lebih mengenyangkan dengan kandungan gizi makro yang seimbang. Purple Tortilla Wrap dibuat dari ubi ungu dan tepung mocaf sebagai bentuk pemanfaatan pangan lokal.

“Produk ini kami rancang sebagai alternatif makanan praktis yang sehat dan berbasis pangan lokal. Purple Tortilla Wrap ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi makro sekaligus menjadi pilihan camilan sehat bagi masyarakat,” kata Trisna.

Dalam proses produksinya, Trisna juga menghadapi sejumlah tantangan. Pemanasan dapat menyebabkan warna ubi ungu menjadi lebih pucat atau kecoklatan, sementara penggunaan bahan alami tanpa pengawet membuat daya simpan produk relatif singkat.

Purple Tortilla Wrap dibuat dari ubi ungu, tepung mocaf, daging ayam dada, selada, wortel, bawang putih atau bubuk bawang putih, serta lada. Dalam satu porsi, camilan ini mengandung energi sekitar 304 kkal, protein 10,95 gram, lemak 2,15 gram, dan karbohidrat 24,4 gram. Keunggulan produk ini terletak pada kandungan antioksidan alami, serat yang lebih tinggi dibandingkan tortilla biasa, serta dukungannya terhadap pengembangan pangan lokal dan petani.

Dari sisi rasa dan tekstur, Purple Tortilla Wrap mendapat respons positif dari masyarakat. Ayu Puspa Wati dari Dusun Wirasatya menilai produk tersebut memiliki cita rasa yang baik dan tampilan yang kreatif.

“Dari segi rasa sudah enak walaupun tanpa penambahan garam, tetapi tetap terasa. Dari segi tekstur juga bagus, enak, serta kreatif,” ungkapnya.

Respons positif juga datang terhadap Puding Air Kelapa. Arry Budiani dari Dusun Kerta Raharja menilai produk tersebut memiliki cita rasa yang menarik dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha.

“Puding kelapanya enak, jempol dua. Ini bisa jadi ide jualan, cocok juga untuk buka puasa dan PMT,” ujarnya.

Meski memiliki sejumlah keunggulan, kedua produk ini juga memiliki keterbatasan. Puding Air Kelapa memiliki kandungan protein yang relatif rendah sehingga lebih sesuai dikonsumsi sebagai camilan atau makanan selingan. Sementara itu, Purple Tortilla Wrap cenderung kurang elastis sehingga mudah retak saat digulung serta memiliki daya simpan lebih pendek karena minim penggunaan bahan pengawet.

Kedua produk ini ditujukan bagi remaja dan dewasa, khususnya masyarakat yang ingin mengonsumsi camilan sehat dan ramah bagi kelompok berisiko PTM. Puding Air Kelapa tidak dianjurkan untuk balita karena risiko tersedak biji selasih serta kandungan elektrolit air kelapa. Adapun Purple Tortilla Wrap juga tidak dianjurkan untuk balita dan lansia karena teksturnya yang relatif lebih keras dan membutuhkan kemampuan mengunyah yang baik.

Melalui inovasi Purple Tortilla Wrap dan Puding Air Kelapa, mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal tidak hanya sebagai sumber gizi, tetapi juga sebagai peluang usaha dan solusi pangan sehat berbasis masyarakat.