KLUNGKUNG – balinusra.com | Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Langkah ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung pada 12 Maret 2026, di Kantor Bupati Klungkung.
Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, serta dihadiri oleh Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth, jajaran Forkopimda, dan anggota TPID lainnya.
5 Instruksi Bupati Satria untuk Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Bupati I Made Satria menekankan pentingnya ketersediaan stok dan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Ia pun menginstruksikan lima langkah utama, yaitu mengadakan pasar murah secara rutin dengan menggandeng distributor dan pengusaha lokal.
Kemudian, melakukan monitoring ketat di lapangan guna mencegah praktik penimbunan barang dan memastikan distribusi lancar. Memberikan subsidi ongkos angkut untuk menekan perbedaan harga pangan di wilayah Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.
Selain itu, memperluas jejaring dengan daerah lain guna menjamin kelancaran pasokan pangan dari luar. Serta menetapkan Kecamatan Banjarangkan sebagai lumbung pangan daerah guna mengurangi ketergantungan pada daerah lain.
Tantangan Geografis dan Rekomendasi Bank Indonesia
Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth, menyoroti tantangan unik Klungkung yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan kendala distribusi logistik ke wilayah kepulauan. Hal ini memicu disparitas harga yang cukup tinggi di kawasan Nusa Penida dan sekitarnya.
Sebagai solusinya, BI merekomendasikan prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran) dalam operasi pasar.
Selain itu, Shiroth juga mendorong pembentukan Perumda Pangan atau sinergi antar-BUMD di Bali. Serta komunikasi yang efektif kepada publik untuk menjaga ekspektasi masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan laporan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Ketut Ari Citrawati, harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali. Stok beras dipastikan aman berkat percepatan pasokan dari Perum Bulog dan distributor.
Meski demikian, terdapat kenaikan harga terbatas pada komoditas cabai rawit dan daging ayam ras. Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca, dinamika produksi, serta meningkatnya harga pakan ternak.
Kepala BPS Klungkung, AA Gd. Dirga Kardita, menambahkan, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida turut memengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Ia mengingatkan bahwa 20 komoditas pangan utama berkontribusi sebesar 39,98 persen terhadap total konsumsi masyarakat. Sehingga fluktuasi harga pada sektor ini akan sangat berdampak pada kesejahteraan warga.
Melalui komitmen kuat antara Pemkab Klungkung dan Bank Indonesia, diharapkan inflasi tetap terjaga. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. Baiq





