DENPASAR – balinusra.com | Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan Bali menjadi pionir pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat umum untuk beralih menggunakan kendaraan berbasis baterai.
“Ini bisa kita gerakkan dan dorong. Bisa kita mulai dari zonasi kendaraan listrik awal di Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua, dan Nusa Penida. Nusa Penida akan dibuat sebagai green island. Bupati Klungkung sudah siap dan mendukung rencana kebijakan ini,” ujar Gubernur Koster saat rapat Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, Sabtu (24/1).
Untuk merealisasikan target tersebut, Koster menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai. Ia juga mendorong kampanye masif yang melibatkan komunitas masyarakat, serta penyelenggaraan kegiatan kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengguna kendaraan listrik sebagai sarana promosi kebijakan.
“Dengan menggunakan kendaraan listrik, masyarakat akan lebih hemat dan efisien. Tidak perlu beli bensin, tidak perlu ganti oli, dan perawatannya juga lebih ringan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kendaraan listrik menawarkan berbagai manfaat signifikan bagi pengguna. Selain penghematan biaya operasional harian karena tarif listrik yang lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil, perawatan kendaraan listrik juga lebih sederhana.
Menurut Adi, pengguna kendaraan listrik juga mendapatkan kenyamanan berkendara karena suara mesin yang senyap, akselerasi yang responsif, serta bebas emisi gas buang.
Lebih lanjut, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, sekaligus menopang aktivitas industri, bisnis, dan rumah tangga guna meningkatkan produktivitas serta daya saing ekonomi. Perencanaan infrastruktur kendaraan listrik pun telah dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PLN.
“PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah infrastruktur pengisian daya melalui inovasi berkelanjutan. Kami ingin menjadikan PLN sebagai episentrum pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pengguna EV semakin mudah dan nyaman dalam satu genggaman,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PLN turut menghadirkan berbagai program insentif, baik bagi pengguna kendaraan listrik melalui layanan Home Charging Services, maupun bagi penyedia infrastruktur pengisian daya seperti SPKLU, SPBKLU, serta instalasi listrik privat untuk kendaraan umum.
Adi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren positif. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kendaraan listrik rata-rata tumbuh 2,5 kali lipat setiap tahun. Hingga 2025, total kendaraan listrik tercatat mencapai sekitar 175 ribu unit.
Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, didorong oleh berbagai insentif pemerintah, baik bagi produsen maupun pengguna, serta semakin beragamnya pilihan merek dengan harga yang semakin kompetitif, sehingga mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Baiq












