Ketua APTISI Bali Dorong Pemerintah Wujudkan Keadilan bagi PTS

Prof. Suarta
Prof. Dr. Drs. I Made Suarta - Foto : Zohra

DENPASAR – balinusra.com | Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari kemiskinan dan menghadapi perubahan global yang kian cepat.

Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari perubahan, bukan sekadar menjadi korban arus transformasi dunia.

“Anak muda jangan hanya menjadi korban perubahan, tapi ikut menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” ujar Prof. Suarta, di Denpasar, beberapa waktu lalu.

Sebagai Ketua APTISI Bali yang baru terpilih, Prof. Suarta juga menyerukan agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih proporsional terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Ia menilai, masih terdapat kesenjangan yang cukup mencolok antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta, baik dari sisi kesempatan mahasiswa maupun dukungan kebijakan.

“Harapan kami sederhana, jangan terlalu dibedakan mencolok. PTN jangan menerima mahasiswa habis-habisan hingga menyisakan sedikit untuk kampus swasta. Begitu juga Universitas Terbuka dan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), perlu ada pembatasan agar tidak merugikan PTS,” tegasnya.

Ia menilai, pemerintah perlu menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan sehat agar seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta—dapat tumbuh bersama dan saling melengkapi.

Dalam waktu dekat, APTISI Bali akan segera melengkapi struktur kepengurusan dengan melibatkan figur-figur kompeten dari berbagai wilayah di Bali.

“Kami akan berkompromi dengan teman-teman agar susunan pengurus ini betul-betul solid dan mewakili semua wilayah,” ujar Prof. Suarta.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan semangat kebersamaan dan silaturahmi.

“Saya yakin mayoritas kampus akan kita datangi, untuk bersilaturahmi dan membangun kebersamaan,” pungkasnya. Baiq