DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah kota melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Denpasar, kini memperketat pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem yang belum stabil. Langkah antisipatif ini menjadi bahasan dalam High Level Meeting (HLM) yang berlangsung pada 10 Maret 2026 di Kantor Walikota Denpasar, sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan, Nyepi, dan Lebaran.
Saat ini, fluktuasi harga komoditas pangan di Ibu Kota Provinsi Bali masih menjadi perhatian serius. Terutama harga cabai kecil yang sempat menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram.
Selain faktor cuaca, tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut diwaspadai karena berisiko memicu kenaikan harga minyak dunia.
Walikota Denpasar mengingatkan kenaikan harga BBM dapat memicu efek domino pada biaya transportasi dan subsidi pemerintah, yang pada akhirnya mendongkrak harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mencermati dinamika global tersebut secara konsisten.
Walikota Denpasar juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan dari Bank Indonesia dan kerja keras seluruh anggota TPID dalam mengawal program pengendalian harga di daerah.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D Parluhutan mengatakan, untuk menjaga daya beli masyarakat, TPID Kota Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah strategi.
Seperti pelaksanaan pasar murah secara masif untuk menekan harga di tingkat konsumen. Kemudian, kerja sama antar daerah (KAD) untuk mengakselerasi pasokan pangan, baik secara internal maupun dengan daerah lain.
Mengoptimalkan penyampaian informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying. Serta memperkuat koordinasi kebijakan demi menjamin ketersediaan bahan makanan secara berkelanjutan.
“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga. Sehingga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam kisaran sasaran sebesar 2,5±1 persen pada tahun 2026. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan berbagai dukungan dan bentuk fasilitasi untuk pengembangan ekonomi di Kota Denpasar,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (12/3/2026).
Sedangkan, terkait ketersediaan bahan pokok, Perum Bulog memastikan stok beras di Bali mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nyepi hingga Idulfitri.
Bulog juga berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah serta menyalurkan bantuan pangan guna menjaga stabilitas harga. Baiq





