Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026, BI Bali Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Stok Uang Tunai

Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026, BI Bali Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Stok Uang Tunai
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, mempererat kolaborasi dengan awak media melalui agenda "Bincang dengan Media".

DENPASAR – balinusra.com | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, mempererat kolaborasi dengan awak media melalui agenda “Bincang dengan Media” guna membangun optimisme ekonomi masyarakat. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) lalu itu menyoroti langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 1447 H.

Kepala BI Bali, Erwin Soeriadimadja, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran media dalam mendiseminasikan informasi ekonomi yang akurat dan terpercaya.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara otoritas moneter dan media massa sangat krusial untuk menjaga ekspektasi publik di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

Kinerja ekonomi Pulau Dewata menunjukkan ketahanan yang impresif. Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, mengungkapkan, pada tahun 2025, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,86 persen (yoy). Angka ini yang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,39 persen.

Sektor pariwisata, termasuk akomodasi makan minum, perdagangan, serta transportasi, menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.

Selain itu, transmisi kebijakan BI Rate juga mulai terlihat dengan penurunan suku bunga kredit di Bali menjadi 9,36 persen pada Januari 2026. Penurunan tersebut dibarengi dengan pertumbuhan kredit sebesar 7,28 persen (yoy).

BI Bali dan Strategi Pengendalian Inflasi

Terkait stabilitas harga, BI Bali mencatat inflasi pada Februari 2026 berada di level 3,89 persen (yoy). Meski terdapat kenaikan permintaan menjelang hari raya, BI Bali telah menyiapkan strategi pengendalian inflasi melalui Operasi Pasar Murah dengan mengedepankan prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran).

Kemudian, menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna memperkuat pasokan pangan, serta menjaga ekspektasi masyarakat agar tidak terjadi panic buying.

Transformasi digital di Bali juga menunjukkan tren positif. Advisor BI Bali, Indra Gunawan Sutarto menyebutkan, 46,82 persen penerimaan pajak dan retribusi daerah di Bali telah beralih ke kanal digital pada tahun 2025.

Untuk memperluas adopsi QRIS, BI Bali meluncurkan program kreatif “QRIS Takjil War Ramadan 2026” di Kampung Jawa dan Kampung Sunda, Denpasar. Inisiatif ini melengkapi program digitalisasi lainnya seperti Pasar Rakyat Bali Go Digital dan Banjar Digital.

Guna memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar selama masa raya, BI Bali menyelenggarakan program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri).

Bekerjasama dengan 12 perbankan, BI menyediakan layanan penukaran uang di 43 titik strategis. Hingga 3 Maret 2026, tercatat sebanyak 8.400 orang telah memanfaatkan layanan ini dengan total nilai penukaran mencapai Rp 23,7 miliar. Melalui sinergi lintas sektor ini, BI Bali optimis ekonomi daerah akan terus tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Baiq