Inflasi Bali September 2026 Melandai Jadi 0,32 Persen, Ini Komoditas Pemicunya

Inflasi Bali September 2026 Melandai Jadi 0,32 Persen, Ini Komoditas Pemicunya
Komoditas yang memengaruhi pergerakan harga di Bali pada September 2026 yaitu daging ayam ras, cabai rawit, air kemasan, biaya akademik/perguruan tinggi, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras.

DENPASAR – balinusra.com | Laju inflasi di Provinsi Bali pada September 2026 tercatat mulai melandai secara bulanan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada 1 Oktober 2026, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Bali berada di angka 0,32 persen, turun dibandingkan Agustus 2026 yang sempat menyentuh 0,61 persen.

Meskipun tekanan bulanan menurun, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Bali justru mengalami peningkatan menjadi 3,79 persen pada September 2026. Naik dari 3,45 persen pada bulan sebelumnya.

Angka inflasi tahunan ini berada di atas rata-rata inflasi nasional yang mencatatkan angka 3,28 persen (yoy). Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa dinamika harga di Bali masih dibayangi tekanan komoditas pangan dan kenaikan biaya produksi.

Komoditas Pendorong dan Penahan Inflasi Bali

Secara bulanan, pemicu utama inflasi Bali pada September 2026 berasal dari kelompok pangan dan biaya operasional produksi. Kenaikan harga pakan ternak mendorong lonjakan harga daging ayam ras di tingkat konsumen.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem berupa kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Niño, serta serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) turut mengganggu pasokan komoditas hortikultura seperti cabai dan beras.

Komoditas yang memengaruhi pergerakan harga di Bali pada September 2026 yaitu daging ayam ras, cabai rawit, air kemasan, biaya akademik/perguruan tinggi, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras.

Sedangkan komoditas penahan inflas yakni tarif angkutan udara, canang sari, cabai merah, bawang putih, sawi hijau, ketimun, emas perhiasan, bawang merah, terong, dan kangkung.

Peta Inflasi Daerah: Badung dan Tabanan Catat Angka Tertinggi

BPS mencatat seluruh kabupaten/kota yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bali mengalami inflasi. Namun, besaran inflasi bervariasi secara spasial:

Inflasi Bulanan (mtm):

  1. Kabupaten Badung: 0,55 persen (tertinggi)
  2. Kabupaten Tabanan: 0,46 persen
  3. Kota Denpasar: 0,21 persen
  4. Singaraja: 0,19 persen

Inflasi Tahunan (yoy):

  1. Kabupaten Tabanan: 4,54 persen (tertinggi)
  2. Kabupaten Badung: 3,95 persen
  3. Singaraja: 3,87 persen
  4. Kota Denpasar: 3,42 persen

Strategi BI dan TPID Jaga Stabilitas Harga Bali

Untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran target nasional 2,5 persen ± 1 persen hingga akhir 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi guna mempertahankan daya beli masyarakat. Serta mengantisipasi berbagai risiko perekonomian.

Beberapa risiko utama yang diantisipasi meliputi, berlanjutnya kemarau El Niño dan mundurnya musim hujan yang berpotensi mengganggu panen holtikultura. Kendala jalur distribusi pangan antardaerah. Termasuk potensi gangguan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Serta tingginya biaya angkutan barang global.

Di sisi lain, meredanya kunjungan wisatawan setelah periode puncak liburan (peak season) diperkirakan dapat meredakan tekanan inflasi dari sisi permintaan masyarakat.

Penerapan Strategi 4K

Pengendalian inflasi Bali berfokus pada empat pilar utama (4K):

  1. Keterjangkauan Harga: Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan rapat koordinasi TPIP-TPID.
  2. Ketersediaan Pasokan: Pemberian bantuan sarana-prasarana kepada kelompok tani.
  3. Kelancaran Distribusi: Fasilitasi distribusi logistik serta kerja sama antardaerah via Perumda Pangan.
  4. Komunikasi Efektif: Penyebarluasan informasi harga secara transparan kepada publik.

Dengan langkah komprehensif ini, BI Bali optimistis inflasi Provinsi Bali hingga akhir tahun 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Baiq