GWK Ajak Ratusan Anak TK Peduli Lingkungan

GWK Bali
Ratusan anak TK dikenalkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Foto : GWK

BADUNG – balinusra.com | Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park terus memperkuat implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis literasi budaya sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai landmark budaya ikonik di Bali.

Program CSR Literasi Budaya telah berjalan sepanjang tahun 2025 dengan melibatkan lebih dari 2.000 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Badung. Melalui program tersebut, para siswa diajak berkeliling kawasan GWK, menyaksikan pertunjukan Petualang Garuda Cilik, serta berinteraksi langsung dengan seniman, termasuk belajar memainkan angklung sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bagi generasi muda.

Memasuki tahun 2026, GWK mengembangkan program CSR Literasi Budaya dengan menambahkan rangkaian aktivitas dari My Melali Community. Salah satu inisiatif yang diawali dengan program bertajuk Green Movement sebagai langkah pembuka rangkaian kegiatan kolaboratif lintas komunitas yang akan terus dikembangkan kedepannya.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi GWK bersama Magi Farm dan Get Plastic sebagai mitra komunitas, dengan partisipasi ratusan siswa Taman Kanak-Kanak dalam aktivitas pembelajaran interaktif yang menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Magi Farm menghadirkan aktivitas edukatif berupa pengenalan pengolahan sampah organik menggunakan maggot yang dikemas secara fun dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Niluh Putu Citra Dewi, selaku Business Development Magi Farm menyampaikan, bahwa kolaborasi antara GWK dan Magi Farm membawa dampak yang sangat baik, terlebih dengan adanya peserta dari Taman Kanak-Kanak.

“Kami bisa berbagi ilmu mengenai pengelolaan sampah makanan dengan generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Get Plastic memperkenalkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis solusi.

Dimas Bagus Wijanarko, Founder dan Ketua Yayasan Get Plastic, mengungkapkan harapannya, melalui kolaborasi ini pihaknya  ingin sama-sama membangun pariwisata dan lingkungan ke arah yang lebih baik serta berdaya saing internasional.”

Sementara, Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park mengungkapkan, melalui penambahan program My Melali Community dalam rangkaian CSR, GWK memperluas perannya sebagai ruang kolaborasi pariwisata, edukasi, dan komunitas untuk menanamkan nilai budaya serta kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Kedepannya, My Melali Community akan terus berkembang dan tidak terbatas pada tajuk Green Movement saja. “Melalui My Melali, kami ingin menciptakan ekosistem kolaboratif yang terus bertumbuh. Kami dengan senang hati menyambut komunitas yang ingin berkolaborasi dan berbagi nilai, tidak hanya dalam program Green Movement, tetapi juga dalam berbagai inisiatif lainnya ke depan,” tutupnya.rl