JAKARTA – balinusra.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan langkah nyata dengan menemui tiga menteri di Jakarta pada Selasa, 21 April 2025, guna memastikan sejumlah proyek strategis Bali, sekaligus mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama Komisi V DPR RI untuk mendukung pariwisata Bali melalui penguatan sarana fisik secara bertahap mulai tahun 2026.
Tiga kementerian yang didatangi Gubernur Koster meliputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Hasil dari pertemuan tersebut, Koster memastikan bahwa usulan Pemprov Bali telah mendapatkan lampu hijau dari Menteri PU Dody Hanggodo, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Serta dukungan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy.
Daftar Proyek Strategis Bali Jadi Prioritas Pemerintah Pusat
Gubernur Koster mengatakan, periode 2026-2027 akan menjadi awal dimulainya sejumlah pembangunan fisik yang krusial di Provinsi Bali. Bahkan menjadi prioritas pemerintah pusat.
“Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpas Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan Jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan. Kemudian, jalan shorcut titik 11 dan 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung,” jelas Koster kepada awak media usai pertemuan dengan para manteri.
Sedangkan terkait jaringan air bersih, Menteri PU akan membangun irigasi dan air minum dari Bendungan Telagawaja untuk warga di Kecamatan Kubu, Karangasem.
Di sektor perhubungan, lanjut Koster, Menteri Dudy Purwagandhi menyiapkan strategi inovatif untuk mengatasi kemacetan darat. Salah satunya dengan menghadirkan taksi laut yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai menuju kawasan Nusa Dua dan Canggu.
Selain itu, akan dilakukan optimalisasi fungsi pelabuhan di seluruh Bali. Kementerian Perhubungan menyetujui usulan untuk memisahkan jalur logistik dan penumpang guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Pelabuhan Celukan Bawang, Padangbai, Amed, dan Gunaksa akan dikembangkan menjadi pusat logistik, penumpang, dan pariwisata. Sedangkan, jalur Gilimanuk-Mengwi ke depannya akan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang guna menekan angka kemacetan dan risiko kecelakaan.
Pemerataan Ekonomi dan Target Pembangunan di Bali 2030
Gubernur Koster kembali menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya terpusat di satu titik. Melainkan dirancang untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Tengah.
“Pembangunan sarana prasarana strategis ini akan terus berlanjut hingga tahun 2028, 2029, dan 2030,” ungkap Koster.
Langkah jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemerataan pembangunan dan kenyamanan mobilitas di seluruh pelosok Bali. Baiq





