Doktor Baru Undiknas Teliti Ketimpangan Pembangunan Pariwisata Badung

Sidang promosi doktor Ratna Juwita
Dr. Putu Ratna Juwita Sari,SE.,M.Par., bersama penguji dan promotor usai ujian terbuka Kamis (19/2/2026), di Gedung Pascasarjana Unud. Foto : Ist

DENPASAR – balinusra.com | Fakultas Pariwisata Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali menambah dosen bergelar doktor. Putu Ratna Juwita Sari,SE.,M.Par., resmi meraih gelar Doktor setelah menjalani ujian terbuka promosi doktor pada Program Studi Doktor, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana (Unud), Kamis (19/2/2026), di Gedung Pascasarjana Unud.

Dalam sidang tersebut, Ratna berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Prioritas dan Pemerataan Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Badung” dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.

Penelitiannya menyoroti masih terjadinya ketimpangan pembangunan pariwisata antara Badung Selatan dan Badung Utara di Kabupaten Badung. Ia mengungkapkan bahwa kawasan Badung Selatan berkembang sangat pesat, bahkan cenderung mendekati kondisi jenuh (over capacity).

Konsentrasi aktivitas wisata di wilayah tersebut memicu berbagai dampak, mulai dari alih fungsi lahan, kemacetan, hingga meningkatnya persoalan sosial.

“Terpusatnya pariwisata di selatan menimbulkan berbagai masalah seperti kriminalitas, alih fungsi lahan, kemacetan, dan sebagainya,” ujar Ratna, yang menjadi doktor keempat di Fakultas Pariwisata Undiknas.

Sementara itu, pengembangan Badung Utara diarahkan pada konsep pariwisata berbasis alam (eco-tourism) yang menekankan kelestarian lingkungan dan tidak bersifat masif seperti pariwisata pantai di wilayah selatan.

Meski jumlah kunjungan wisatawan ke Badung Utara masih relatif terbatas, wilayah ini memiliki peran strategis sebagai penopang ekosistem pariwisata Badung secara keseluruhan, terutama dalam penyediaan kebutuhan logistik industri pariwisata, seperti hasil pertanian dan pasokan bahan pangan bagi hotel dan restoran di selatan.
“Sehingga hasil dari pariwisata di Selatan itu mengenai juga masyarakat di utara,” jelasnya.

Dr. Putu Ratna Juwita Sari,SE.,M.Par, bersama suami dan anak.

Menurut Ratna, pemerataan pariwisata tidak selalu harus diwujudkan melalui peningkatan jumlah wisatawan, melainkan melalui integrasi ekonomi antarwilayah agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih adil.

Ratna, yang memulai karier di Undiknas sejak 2015, juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional dan pimpinan kampus atas dukungan selama menempuh studi.
“Karena dilihat juga antara kesibukan dengan sekolah agak sedikit menyita waktu sehingga sementara dibebastugaskan untuk fokus ke studi, jadi dukungan dari para pemilik itu sangat-sangat besar membantu dalam proses penyelesaian studi,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Perdiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda mengatakan capaian tersebut menambah jumlah doktor di lingkungan Undiknas menjadi 65 orang dan menjadi doktor keempat di Fakultas Pariwisata.

Ia berharap keberadaan doktor baru ini dapat memperkuat Prodi Destinasi Pariwisata serta meningkatkan daya saing institusi.
“Ingat pendidikan memiliki output bagi pribadi dan lembaga. Output ini harus sejalan agar konsep bahagia bisa terwujud dengan baik di Undiknas,” kata Eddy Supriyadinata Gorda alias ESG.

ESG juga mendorong Ratna untuk terus mengembangkan karier akademik. “Dengan S3 saya harap beliau bisa lebih mudah memperoleh lektor kepala bahkan guru besar. Saya sebagai Ketua Perdiknas berharap banyak dengan doktor baru kita,” pungkasnya. Baiq

 

TERP HP-01