Di Tengah Isu Bali Sepi, Okupansi Mercure Kuta Beach Bali Tetap Tinggi

Mercure Kuta Beach
Mercure Kuta Beach Bali. Foto : Ist

BADUNG – balinusra.com |  Isu yang menyebut Bali sepi wisatawan pada akhir tahun 2025 direspons oleh General Manager Mercure Kuta Beach Bali, Pantri Arini. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak berdasar jika melihat kondisi riil di lapangan, khususnya tingkat okupansi di Mercure Kuta Beach Bali yang hampir menyentuh 100 persen selama libur Natal dan Tahun Baru.

Menurut Pantri, apabila ada pelaku usaha pariwisata yang mengalami penurunan tingkat hunian, hal tersebut sebaiknya disikapi dengan melakukan evaluasi strategi penjualan dan pemasaran. Selain itu, segmentasi pasar juga perlu diperluas dan tidak hanya bergantung pada satu segmen tertentu.

“Biar tidak tergantung dengan satu market yang mungkin kalau market itu bermasalah, maka hunian itu juga akan bermasalah,” ujar Pantri belum lama ini.

Terkait dugaan adanya persaingan antar destinasi pariwisata dunia yang memunculkan isu Bali sepi, Pantri memilih untuk tidak berspekulasi. Ia menegaskan hanya berbicara berdasarkan fakta yang dialami langsung oleh pihak hotel.

“Faktanya di Mercure Kuta sendiri kami masih penuh dan faktanya kalau dibilang di Airport sendiri itu tidak rame, kami menjemput kemarin tamu-tamu kami lumayan rame,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mungkin tidak seramai periode sebelumnya karena faktor keseimbangan antara supply-demand. Saat ini jumlah hotel di Bali semakin banyak, sehingga tingkat hunian tamu tersebar ke berbagai akomodasi. Kondisi ini berdampak pada okupansi hotel-hotel yang sebelumnya menikmati keterbatasan jumlah kamar di pasar.

Lebih lanjut, Pantri menekankan bahwa keberhasilan pariwisata Bali tidak bisa hanya ditopang oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha pariwisata, masyarakat, hingga pemerintah. Baiq

TERP HP-01