DENPASAR-balinusra.com | Memasuki awal tahun 2026 Kota Denpasar dihadapkan pada masalah kekurangan tenaga pendidik di berbagai jenjang pendidikan. Bahkan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mencatat kekurangan sebanyak 317 guru terutama karena akibat banyaknya guru yang memasuki masa purnabakti.
Kepastian kurangnya tenaga pendidik di Kota Denpasar ini diakui Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA. Gde Wiratama. Kekurangan tersebut terjadi hampir merata mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi ini membuat sejumlah sekolah harus mencari solusi mandiri agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.“Dari TK, SD sampai SMP hampir semuanya kekurangan guru. Total kekurangan saat ini sekitar 317 orang,” ungkap AA. Gde Wiratama, Senin (12/1).
Menyikapi kondidi tersebut untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, sekolah-sekolah di Denpasar sementara mengangkat guru non-ASN secara mandiri. Pembiayaannya sebagian besar ditopang dari dana komite sekolah. “Kita masih disokong dari uang komite untuk membayar guru yang diangkat sekolah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan tambahan guru,” harapnya.
Wiratama mengungkapkan, Pemerintah Kota Denpasar sebelumnya telah melakukan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru pada tahun anggaran 2024. Namun, setiap tahun jumlah guru yang pensiun cukup banyak, sehingga penambahan melalui PPPK belum mampu menutupi seluruh kebutuhan.“Setiap tahun selalu ada yang pensiun. Jadi meskipun sudah ada seleksi PPPK, sampai sekarang kita masih tetap kekurangan guru,” tandasnya.
Pemkot Denpasar berharap pemerintah pusat kembali membuka formasi ASN maupun PPPK untuk tenaga pendidik, agar kekurangan guru di sekolah-sekolah negeri bisa segera teratasi dan mutu layanan pendidikan tetap terjaga. Red












