BADUNG – balinusra.com | Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami mati listrik (blackout) selama lebih dari satu jam pada Jumat (10/10/2025) malam. Gangguan ini menyebabkan sejumlah layanan penumpang terganggu, termasuk proses check-in yang sempat dilakukan secara manual.
Aliran listrik padam sekitar pukul 18.13 WITA dan baru kembali normal pada 19.18 WITA setelah tim teknis melakukan penelusuran dan perbaikan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara, menyoroti kejadian tersebut dan menilai perlunya mitigasi kelistrikan yang lebih baik di Bandara Ngurah Rai sebagai bandara bertaraf internasional.
“Di mana-mana bandara internasional tidak ada cerita mati listrik lebih dari sejam. S.O.P mitigasi harus sudah siap karena bandara adalah objek vital,” ujarnya.
Puspa Negara menyebut insiden ini merupakan blackout kedua di tahun 2025, setelah kejadian serupa pada 2 Mei lalu. Ia menilai kejadian berulang menunjukkan kurangnya kesiapan mitigasi kelistrikan di bandara.
Menurutnya, padamnya listrik berdurasi lama berpotensi menimbulkan gangguan pelayanan hingga ancaman keamanan, seperti sabotase, penyelundupan, bahkan terorisme.
“Meski saya percaya sistem keamanan Bandara Ngurah Rai sangat baik, tetapi perlu ada introspeksi, koreksi, dan evaluasi terhadap kesiapan sistem kelistrikan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan ketiadaan genset yang dapat berfungsi otomatis saat listrik padam. “Sekelas bandara internasional semestinya memiliki cadangan listrik yang bisa aktif dalam hitungan detik,” katanya.
Puspa Negara berharap pihak pengelola bandara segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan sumber daya manusia, mengingat pergerakan penumpang yang terus meningkat setiap tahun.
Pada 2025, Bandara Ngurah Rai melayani sekitar 7,24 juta penumpang pada Januari–April, 11,4 juta pada semester pertama, dan 2,3 juta pada Agustus. Sebagian besar merupakan penumpang internasional, dengan rute tersibuk Singapura, Kuala Lumpur, dan Melbourne.
“Negara pesaing kita terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan bandara. Jangan sampai insiden seperti ini menurunkan citra pariwisata Bali,” pungkasnya. Baiq





