Bandara Ngurah Rai Catat Rekor Capai 24,1 Juta Penumpang Sepanjang 2025

IMG-20260112-WA0159-780x470
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total pelayanan mencapai 24.125.161 penumpang.

BADUNG – balinusra.com | Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total pelayanan mencapai 24.125.161 penumpang. Dari jumlah tersebut, pergerakan penumpang internasional masih mendominasi dengan 15.177.283 penumpang atau sekitar 63 persen, sementara 8.947.878 penumpang atau 37 persen berasal dari penerbangan domestik.

Capaian ini menegaskan posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus simpul konektivitas internasional Indonesia. Secara rata-rata, bandara ini melayani sekitar 2 juta penumpang per bulan atau setara 66.000 pergerakan penumpang per hari, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.

Berdasarkan sebaran rute, Cengkareng (Jakarta) menjadi tujuan dengan jumlah penumpang tertinggi, mencapai 4,23 juta penumpang. Selanjutnya, disusul rute internasional dan domestik utama lainnya, yakni Singapura (2,69 juta), Kuala Lumpur (1,76 juta), Surabaya (1,31 juta), dan Melbourne (1,15 juta).

Puncak pergerakan penumpang terjadi pada bulan Juli 2025 dengan total 2,3 juta penumpang, atau rata-rata 76.005 penumpang per hari.

Pada periode yang sama, jumlah kedatangan penumpang juga mencatat rekor tertinggi, yakni 1.181.942 penumpang, terdiri atas 741.213 penumpang internasional (63 persen) dan 440.729 penumpang domestik (37 persen). Lonjakan ini sejalan dengan musim liburan musim panas dan libur sekolah yang mendorong tingginya mobilitas wisatawan menuju Bali.

Seiring tingginya arus penumpang, trafik pesawat sepanjang 2025 juga mencapai 143.312 pergerakan, dengan komposisi 78.222 penerbangan internasional (55 persen) dan 65.090 penerbangan domestik (45 persen).

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan bahwa dominasi penerbangan internasional didorong oleh peningkatan konektivitas udara.

“Tahun 2025 lalu tercatat ada 13 aktivasi rute internasional baru, beberapa diantaranya merupakan rute perdana yang sebelumnya belum pernah ada, seperti Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China). Ini menunjukkan demand perjalanan ke Bali sangat positif,” kata Nugroho Jati.

Data dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mencatat, selama periode Januari-Desember 2025, sebanyak 7,1 juta warga negara asing (WNA) masuk ke Bali melalui bandara ini. WNA asal Australia masih mendominasi dengan 1,67 juta orang (23 persen), disusul India sekitar 584 ribu orang, dan Republik Rakyat Cina sebanyak 560 ribu orang.

Selain penumpang dan pesawat, layanan kargo juga menunjukkan kinerja kuat. Sepanjang 2025, kargo internasional tercatat mencapai 78,5 ribu ton (72 persen), sementara kargo domestik sekitar 30 ribu ton, sehingga total produksi kargo mencapai 108 ribu ton dalam setahun.

Menutup capaian tersebut, manajemen bandara menegaskan komitmen menjaga kualitas layanan.

“Kami memastikan peningkatan trafik akan tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan yang konsisten. Fokus kami adalah menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman dan efisien bagi seluruh penumpang,” pungkasnya.

TERP HP-01