DENPASAR – balinusra.com | Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Bali dan Rusia memasuki babak baru. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg yang dipimpin oleh Alexandr Belski di Jaya Sabha, Denpasar, guna memperkuat sinergi lintas sektor antara kedua wilayah.
Pertemuan yang berlangsung Senin (8/6/2026), menjadi momentum penting bagi Bali untuk memperluas jangkauan promosi pariwisatanya ke mancanegara, khususnya Rusia.
Gubernur Koster menekankan bahwa kunjungan ini adalah simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Rusia yang telah terjalin lama.
Fokus Kerjasama: Pariwisata, Pendidikan, dan Olahraga
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa kerjasama antara Bali dan Saint Petersburg sebenarnya telah berjalan di berbagai bidang. Termasuk pendidikan, pariwisata, dan olahraga.
Gubernur Koster menyampaikan apresiasinya terhadap tren positif wisatawan Rusia di Bali yang kini dinilai semakin memahami. Serta menghormati kearifan lokal dan budaya Bali.
“Ada yang datang untuk berwisata, dan ada pula yang berinvestasi. Kami sangat terbuka terhadap investasi sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan menghormati kearifan lokal Bali,” tegas Koster.
Rencana Penandatanganan MoU Budaya di Rusia
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama budaya antara Provinsi Bali dengan Rusia.
Pihak Saint Petersburg secara khusus mengundang Gubernur Koster untuk berkunjung pada September atau Oktober 2026 mendatang, guna meresmikan kerjasama tersebut.
Selain budaya, kedua belah pihak juga menjajaki peluang pengembangan infrastruktur transportasi untuk mendukung sektor pariwisata.
Kalganov dari Kantor Gubernur Saint Petersburg berharap agar masyarakat Bali juga semakin banyak yang berkunjung ke Saint Petersburg untuk menikmati keindahan kota tersebut di setiap musim.
Dukungan Diplomatik dan Fasilitasi Akademis
Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, yang optimis bahwa hubungan Bali dan Saint Petersburg dapat menjadi model kerjasama daerah (sister province) yang ideal bagi wilayah lain.
Menariknya, kunjungan tingkat tinggi ini difasilitasi oleh Prof. Connie Rahakundini Bakrie, yang menjabat sebagai Ambassador of Science and Education dari St. Petersburg State University.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Konsul Jenderal Rusia di Bali, Ivan Ivanovich Zavorin, semakin mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam mewujudkan proyek kerja sama yang nyata.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu ditutup dengan sebuah tradisi lokal. Yakni prosesi bersulang arak Bali yang mendapat apresiasi tinggi dari para delegasi Rusia sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat. Baiq





