Universitas Ngurah Rai Lepas Ratusan Mahasiswa KAT ke 15 Desa di Bali

Pembukaan kuliah aplikatif terpadu Universitas Ngurah Rai, Sabtu (25/7/2026)
Pembukaan kuliah aplikatif terpadu Universitas Ngurah Rai, Sabtu (25/7/2026)

DENPASAR – balinusra.com | Universitas Ngurah Rai (UNR) melepas ratusan mahasiswa lintas fakultas untuk mengikuti Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) Tahun Akademik 2026/2027. Mahasiswa akan menjalankan program pengabdian masyarakat di 15 desa yang tersebar di empat kabupaten/kota di Bali.

Sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta mengikuti pembekalan di Auditorium UNR, Sabtu (25/7/2026). UNR menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., sebagai narasumber.

Panitia membagi peserta KAT ke dalam 15 kelompok. Program ini melibatkan 151 mahasiswa reguler, 72 mahasiswa program mandiri, dan 43 dosen pembimbing.

Fokus pada Pembangunan Desa Berkelanjutan

KAT UNR mengusung tema “Mewujudkan Transformasi Desa Berkelanjutan Berbasis Tri Hita Karana Melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Aksi Nyata Mahasiswa.” Melalui program ini, UNR ingin memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Panitia KAT PPM UNR, Dr. I Made Adi Suwandana, S.E., M.M., CSCA., mengatakan UNR menyelaraskan program KAT dengan program Pemerintah Provinsi Bali. “Kami menyesuaikan program KAT dengan kebijakan Pemprov Bali. Salah satunya melalui sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang perlu terus digaungkan,” ujarnya.

Adi Suwandana menjelaskan mahasiswa akan menjalankan berbagai program sesuai bidang ilmu masing-masing. Program tersebut meliputi pendampingan penyusunan peraturan desa, penguatan pemasaran digital bagi UMKM, pendampingan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga penyusunan awig-awig desa adat.

“Kami menyusun seluruh program berdasarkan kompetensi empat fakultas di Universitas Ngurah Rai, yaitu FISHUM, Fakultas Hukum, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” katanya.

Rektor Dorong Mahasiswa Dukung Program Pemerintah

Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., mengapresiasi kehadiran Kepala BRIDA Provinsi Bali. Menurutnya, kolaborasi tersebut memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap mahasiswa mampu memperkenalkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat selama menjalankan KAT.

Menurut Tirka Widanti, pelaksanaan KAT sebelumnya juga menghasilkan sejumlah hak cipta dan paten sederhana dari berbagai inovasi mahasiswa bersama masyarakat.

BRIDA Siap Dampingi Inovasi Mahasiswa

Kepala BRIDA Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., mengatakan kerja sama melalui program Desa Kerti Bali Sejahtera akan membantu mahasiswa menjalankan program prioritas pembangunan Bali.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menyusun program secara mendadak karena mereka sudah memahami program pemerintah sebelum terjun ke desa.

“Program tersebut mencakup desa bersih, pengurangan sampah plastik, serta penguatan tradisi desa. Kami berharap mahasiswa dapat memfasilitasi pelaksanaannya,” katanya.

Ketut Wica juga menegaskan BRIDA siap memfasilitasi sekaligus membiayai pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa bersama masyarakat. Baiq