DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian, secara resmi meluncurkan Gerakan Tanam (Gertam) Padi Varietas Cakrabuana Agritan pada Kamis (23/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan di Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan pangan daerah dalam menghadapi tantangan musim kemarau serta perubahan iklim.
Gerakan ini bertujuan untuk mendorong produktivitas padi pada musim tanam Juli–Agustus 2026. Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Denpasar menyalurkan bantuan benih padi varietas Cakrabuana Agritan untuk areal tanam seluas 205 hektare tersebar di 15 subak di seluruh Kota Denpasar.
Penanaman secara simbolis diawali di lahan seluas 10 are, yang merupakan bagian dari total 5 hektare areal Subak Sembung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Dinas Pertanian Provinsi Bali. Serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), dan para petani lokal.
Keunggulan Varietas Cakrabuana Agritan
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, I G.A.N. Anggreni Suwari menjelaskan, pemilihan varietas ini didasarkan pada beberapa keunggulan utama.
Keunggulannya itu antara lain memiliki kemampuan bertahan yang baik dalam kondisi kurang air atau musim kemarau. Memiliki potensi hasil panen yang maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Penanaman serempak diharapkan dapat menekan risiko serangan organisme pengganggu tanaman (hama).
“Pemerintah berharap petani segera memanfaatkan bantuan benih ini agar proses tanam dapat berlangsung tepat waktu dan serempak,” kata Anggreni.
Melestarikan Subak di Tengah Modernisasi Kota
Selain fokus pada ketahanan pangan, program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Denpasar untuk menjaga keberlanjutan pertanian perkotaan.
Melalui sinergi antara penyediaan sarana produksi, pendampingan penyuluh, dan inovasi teknologi, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), menjamin keberlangsungan sektor pertanian di tengah perkembangan kota. Dan melestarikan Sistem Subak sebagai warisan budaya yang tetap hidup di Denpasar.
Dengan langkah percepatan tanam ini, Pemkot Denpasar optimis dapat menjaga stabilitas pangan daerah. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani melalui penggunaan benih unggul yang berkualitas. Baiq





