PKM Internasional di Desa Lebih, Unwar Datangkan Pakar dari Korea Selatan

Unwar Perkuat Literasi Pemerintahan Digital Siswa Lewat Program Smart City dan Smart School
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Desa Lebih

GIANYAR – balinusra.com | Universitas Warmadewa kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Berdampak melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk “Strengthening the Human Resource Capacity of the Lebih Village Pokdarwis through Korean Language Training for International Tourism.” Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Wisata Lebih, Kabupaten Gianyar, ini menjadi bentuk nyata kontribusi Universitas Warmadewa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat sekaligus memperkuat daya saing desa wisata di tingkat internasional.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi internasional dengan menghadirkan pakar dari Korea Selatan, Universitas Warmadewa menghadirkan inovasi pelatihan yang menjawab kebutuhan riil masyarakat Desa Lebih dalam menghadapi perkembangan industri pariwisata global.

Ketua Tim PKM Universitas Warmadewa, Dr. Komang Tri Putri Andriastuti, S.IP., M.AP., menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan budaya, tetapi harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

“Universitas Warmadewa hadir untuk memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. Program ini merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah kami lakukan sebelumnya, sehingga pengabdian tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi proses pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Inilah wujud nyata Universitas Warmadewa sebagai Kampus Berdampak yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Desa Lebih merupakan salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi wisata pantai, kuliner khas, budaya lokal, serta aktivitas wisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism). Namun, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Korea Selatan, memunculkan kebutuhan baru terhadap peningkatan kompetensi komunikasi multibahasa bagi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Warmadewa menyelenggarakan pelatihan bahasa Korea yang dirancang secara aplikatif sesuai dengan kebutuhan pelayanan wisata. Materi yang diberikan meliputi komunikasi dasar dengan wisatawan, penyambutan tamu, pelayanan di destinasi wisata, pengenalan budaya Korea, hingga simulasi menjadi pemandu wisata.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui ceramah, praktik percakapan, simulasi pelayanan wisata, diskusi, serta pendampingan langsung. Kehadiran narasumber dari Korea Selatan memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai budaya dan karakter wisatawan Korea. Namun demikian, keseluruhan program dirancang, dikelola, dan dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari program pengabdian Universitas Warmadewa sebelumnya di Desa Lebih yang berfokus pada pelatihan kepemimpinan, public speaking, dan komunikasi bahasa Inggris bagi anggota Pokdarwis. Pendekatan yang berkesinambungan tersebut menunjukkan komitmen Universitas Warmadewa dalam membangun kapasitas masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan, bukan melalui program yang bersifat sesaat.

Selain meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa asing, pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi Pokdarwis. Kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan internasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan diri anggota, mendukung kepemimpinan organisasi, serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan desa wisata.

Program ini sejalan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata. Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi wisata secara mandiri, memberikan pelayanan yang berkualitas, serta memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi implementasi nyata kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui kolaborasi internasional, pembelajaran berbasis pengalaman, serta pengabdian yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Melalui PKM Internasional ini, Universitas Warmadewa kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan. Penguatan kapasitas SDM Pokdarwis Desa Lebih menjadi bukti bahwa inovasi akademik dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi pengembangan desa wisata yang berdaya saing global.

Ke depan, Universitas Warmadewa akan terus memperluas jejaring kerja sama internasional serta mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak. Dengan semangat “Kampus Berdampak”, Universitas Warmadewa berkomitmen untuk terus menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi sebagai penggerak kemajuan masyarakat menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.rl