DENPASAR – balinusra.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi diundang untuk menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026. Forum investasi internasional bergengsi ini diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) berkolaborasi dengan Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort pada 17 Juli 2026.
Undangan tersebut diserahkan langsung oleh Publisher & Chief Executive SCMP, Tammy Tam, dalam audiensi di Jayasabha. Forum eksklusif ini menjadi jembatan strategis yang menghubungkan pusat modal utama Asia. Seperti Hong Kong dan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin oleh Indonesia.
Fokus Investasi Berkelanjutan Berbasis Budaya
Kehadiran Gubernur Koster dalam forum ini sangat krusial karena Bali secara aktif mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau.
Visi ini sejalan dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025-2125) yang menempatkan Bali sebagai pusat peradaban dunia yang kompetitif. Namun tetap berpegang teguh pada nilai lokal.
Di bawah visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, pemerintah daerah berupaya melakukan transformasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada pariwisata.
Sektor-sektor baru seperti ekonomi kreatif, digital, energi bersih, hingga pertanian modern menjadi prioritas utama untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat.
Menghadirkan Pemimpin Investasi Global
Nusa Dua Forum 2026 akan diikuti oleh sekitar 80 hingga 100 peserta terpilih. Termasuk tokoh-tokoh besar dari dunia usaha dan pemerintahan.
Beberapa nama penting yang akan hadir antara lain Horace Cheung (Deputi Sekretaris Kehakiman HKSAR), Jeffrey Lam (Executive Council HKSAR), Oliver Weisberg (CEO Blue Pool Capital). Serta Rosan Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/CEO Danantara Indonesia), dan Clarissa Tanoesoedibjo (Deputy CEO MNC OTT Network).
Tammy Tam menyebut Nusa Dua Forum 2026 sebagai inisiatif investasi swasta unggulan yang mempertemukan berbagai pihak. Mulai dari pemilik bisnis keluarga hingga sovereign wealth fund, guna membangun kolaborasi investasi jangka panjang.
Agenda Strategis dan Sesi Diskusi Utama
Forum ini akan mencakup berbagai sesi diskusi tingkat tinggi mengenai masa depan ekonomi Asia. Beberapa agenda utamanya meliputi:
Keynote: “Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other” yang mengeksplorasi sinergi modal negara dan swasta.
Sesi Pleno: “Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia’s State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map” yang membahas peran dana investasi negara di kawasan.
Selain itu, diskusi akan mencakup isu-isu terkini seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI), rantai pasok baterai, industri digital. Hingga pengembangan ASEAN Power Grid.
Bali sebagai Hub Pertemuan Global
Gubernur Koster menegaskan, setiap investasi yang masuk harus menghormati filosofi Sad Kerthi, yaitu menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Melalui Nusa Dua Forum, Bali memperkuat posisinya sebagai global meeting hub yang tidak hanya menawarkan keindahan wisata, tetapi juga ruang dialog strategis untuk investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Penyelenggara menilai forum ini sebagai kesempatan langka bagi investor global untuk berinteraksi langsung dengan pembuat kebijakan di Indonesia. Serta mengakses peluang investasi melalui pipa proyek Danantara Indonesia. Baiq





