Tawarkan Inovasi Mobile PrEP untuk Cegah HIV di Populasi Umum, Dosen FKIK Unwar Raih Gelar Doktor

Dr. dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes,
Dr. dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes,

DENPASAR – balinusra.com | Kekuatan akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) kembali bertambah. Salah satu dosennya, dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes, resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Selasa (14/7), di Gedung Pascasarjana Lantai III, Jalan P.B. Sudirman, Denpasar.

Dalam sidang promosi tersebut, dr. Luh Gede Pradnyawati yang menekuni bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Pengembangan Model Layanan Mobile Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) dalam Program Pencegahan HIV pada Populasi Umum di Pasar Badung, Kota Denpasar.” Atas keberhasilannya tersebut, ia berhasil meraih predikat Cumlaude.

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes. selaku Ketua Sidang. Momen tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., para dosen, kolega, serta keluarga promovenda yang memberikan dukungan penuh.

Dalam pemaparannya, dr. Pradnyawati mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan di Pasar Badung menemukan adanya fenomena baru terkait penyebaran HIV di masyarakat. Berdasarkan hasil risetnya, sekitar 30 persen responden mengaku memiliki pasangan seksual lebih dari satu, sementara 26,4 persen tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan tidak tetap.

Temuan tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola penyebaran HIV yang selama ini identik dengan populasi kunci, seperti pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki (LSL), maupun waria, yang kini mulai bergeser ke populasi umum, termasuk para pedagang dan ibu rumah tangga.

“Kasus HIV kini tidak lagi hanya terjadi pada populasi kunci. Ada fenomena pergeseran ke populasi umum, khususnya pedagang di Pasar Badung, termasuk ibu rumah tangga. Bahkan dalam beberapa kondisi jumlah kasusnya sudah melebihi populasi kunci,” jelasnya.

Berangkat dari hasil penelitian tersebut, ia menawarkan inovasi layanan kesehatan berupa Mobile Pre-Exposure Prophylaxis (Mobile PrEP) sebagai strategi pencegahan HIV yang lebih efektif. Menurutnya, pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat sehingga tidak lagi bergantung pada pasien untuk datang ke fasilitas kesehatan.

“Melalui Mobile PrEP, klinik yang mendatangi masyarakat, misalnya hadir langsung di lingkungan pasar atau tempat kerja. Dengan begitu, hambatan seperti jarak, biaya transportasi, maupun keterbatasan waktu dapat diminimalkan. Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan dr. Luh Gede Pradnyawati meraih gelar doktor. Menurutnya, bertambahnya dosen bergelar doktor akan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing Universitas Warmadewa di tingkat nasional maupun internasional.

“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Warmadewa, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes. atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Kehadiran satu doktor lagi menjadi kebanggaan bagi Universitas Warmadewa dan tentu akan memberikan dampak positif bagi kemajuan institusi, khususnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, lahirnya doktor-doktor baru tidak hanya memperkuat kapasitas akademik universitas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen untuk terus meningkatkan kompetensi.

“Seorang doktor akan membawa semangat baru, melahirkan inovasi, serta mengangkat reputasi Universitas Warmadewa menuju pengakuan yang lebih luas di tingkat nasional hingga internasional. Kami berharap akan lahir doktor-doktor berikutnya yang semakin memperkuat kualitas akademik Universitas Warmadewa,” pungkasnya.