Gubernur Koster Luncurkan Program Desa Kerthi Bali Sejahtera: Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa

Gubernur Koster Luncurkan Program Desa Kerthi Bali Sejahtera Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa
Gubernur Wayan Koster luncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/7/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Dalam upaya mempercepat pembangunan berbasis akar rumput, Gubernur Bali, Wayan Koster resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera. Acara peluncuran ini berlangsung meriah di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Tujuannya untuk mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Pembangunan Bali Berbasis Akar Rumput

Gubernur Koster menegaskan, kemajuan Bali tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau pusat pariwisata. Pondasi utama pembangunan daerah justru terletak pada kekuatan desa.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya, yaitu dari desa,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, demi kesejahteraan Krama Bali secara niskala dan sakala. Pencapaian visi besar ini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Termasuk akademisi dan sektor swasta.

“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” katanya.

Kolaborasi Masif 39 Perguruan Tinggi se-Bali

Program pengabdian masyarakat tahun ini mencatat partisipasi yang luar biasa. Melibatkan 39 perguruan tinggi dengan total 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan yang tersebar di seluruh desa di Bali.

Gubernur Koster menitipkan empat pesan utama bagi para mahasiswa yang terjun ke lapangan, yakni menjadi pembelajar yang rendah hati, menjadi problem solver bagi persoalan desa, menjadi inovator melalui terobosan sederhana. Serta menjadi future leader dengan semangat gotong royong.

“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata. Bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.

Fokus Program: Pengelolaan Sampah hingga Pelestarian Budaya

Implementasi program ini diarahkan untuk mendukung berbagai kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Seperti pengelolaan sampah berbasis sumber dan gerakan Bali Bersih Sampah, pembatasan sampah plastik sekali pakai.

Kemudian, perlindungan sumber daya alam (danau, mata air, sungai, dan laut), penguatan sistem pertanian organik dan pemasaran produk lokal. Lalu, pemberdayaan UMKM dan ekonomi desa, pelestarian adat, seni, budaya, dan kain tenun Bali. Serta program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Gubernur optimis bahwa konsistensi dalam gerakan kolaboratif ini akan mewujudkan kemandirian Bali di masa depan.

“Titiang percaya, apabila melakukan gerakan ini secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari. Dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tandas Gubernur Koster.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat

Program inovatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa inisiatif Bali sangat selaras dengan kebijakan pusat. Terutama melalui program “Mahasiswa Berdampak” yang akan segera diluncurkan.

Kemendiktisaintek berkomitmen mendukung penuh, khususnya dalam isu krusial seperti pengelolaan sampah.

“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena program ini sejalan dengan program yang ada di direktorat kami. Pemerintah pusat juga sangat peduli terhadap persoalan sampah. Kami siap memanfaatkan seluruh program yang kami miliki untuk mendukung berbagai program pembangunan di Bali,” kata Prof. I Ketut Adnyana. Baiq