BADUNG – balinusra.com | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Badung sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) II di Masjid Al-Hijrah, Muding, Kerobokan, pada Minggu (28/6/2026). Forum ini mengusung tema besar “Tawaduk Melayani Umat” yang menjadi landasan evaluasi kepengurusan, sekaligus momentum pemilihan ketua baru untuk periode mendatang.
Ketua Panitia Musda, H Suseno menjelaskan, tema tersebut merupakan ikhtiar nyata untuk menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Badung.
Tantangan Pengelolaan Masjid di Era Modern
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua DMI Kabupaten Badung periode 2021-2026, H Agus Hendra Gunawan, menyoroti kompleksitas pengelolaan hampir 100 masjid dan musala di wilayah tersebut.
Ia mengakui, setiap tempat ibadah memiliki problematika unik yang memerlukan pembinaan serta pendampingan berkelanjutan agar tantangan yang ada menjadi lebih ringan.
Selain masalah teknis, Agus juga mengungkapkan tantangan internal organisasi. Seperti keterbatasan anggaran operasional karena tidak adanya dana tetap dari pemerintah pusat. Serta pentingnya menyatukan visi pengurus untuk menekan ego kelompok atau golongan.
Namun, di bawah kepemimpinannya, DMI Badung mencatatkan sejumlah capaian strategis, termasuk pemerolehan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kesbangpol dan Kementerian Agama.
Selain itu, terjalin sinergi kuat dengan Pemkab Badung melalui bantuan hewan kurban setiap Iduladha. Serta penyediaan fasilitas bus untuk kegiatan ziarah wali bagi jamaah masjid dan musala.
Literasi Digital dan Harmoni di Daerah Pariwisata
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DMI Provinsi Bali, H Bambang Santoso, menekankan bahwa pemimpin terpilih nantinya harus mampu menjawab tantangan teknologi digital.
Menurutnya, edukasi masyarakat melalui mubalig sangat penting agar umat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di dunia maya.
“Perubahan digital tidak mengenal batas. Pengurus masjid harus mengingatkan masyarakat agar selalu mempertimbangkan kemaslahatan sebelum membagikan informasi,” tegas Bambang.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengingatkan bahwa sebagai pusat pariwisata dunia, aspek kenyamanan dan kerukunan adalah kunci utama bagi Kabupaten Badung.
“Tugas organisasi keumatan adalah menjaga harmoni di tengah keberagaman. Pemimpin yang baru harus memiliki jiwa melayani dan mampu bersinergi dengan pemerintah demi membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” pungkas Arimbawa. Baiq





