DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali, secara resmi menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026) di Aston Denpasar Hotel. Pertemuan ini bertujuan untuk mensinergikan transformasi digital dengan stabilitas harga pangan guna menjaga daya beli masyarakat.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menekankan bahwa layanan publik yang modern dan digital harus berjalan beriringan dengan pengendalian inflasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan efektif.
Pengendalian Inflasi Denpasar: Strategi 4K dan Peran Bulog
Hingga Mei 2026, angka inflasi Kota Denpasar tercatat sebesar 3,19 persen (yoy), yang dinilai masih dalam rentang sasaran nasional. Namun, komoditas seperti beras, daging ayam, dan bawang merah tetap menjadi fokus pengawasan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, menjelaskan bahwa untuk menjaga stabilitas tersebut, BI mendorong Strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga: Melalui optimalisasi pasar murah. Ketersediaan Pasokan koordinasi dengan Bulog untuk penyaluran beras SPHP. Kelancaran Distribusi melalui penguatan kerja sama antar daerah. Komunikasi Efektif melalui edukasi publik menjelang hari besar keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Simon Melkisedek, memastikan bahwa stok pangan di Bali dalam posisi aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mampu bertahan hingga 10 bulan ke depan.
Capaian Digitalisasi
Selain inflasi, Kota Denpasar menunjukkan prestasi gemilang dalam transformasi digital. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Denpasar meningkat dari 91,9 persen menjadi 94 persen pada Semester II Tahun 2025.
Prestasi lainnya mencakup peringkat TP2DD melonjak dari posisi 19 ke peringkat 10 besar untuk wilayah Jawa-Bali.
Plt Kepala Bapenda, Ida Bagus Alit Adi Merta, melaporkan pembayaran pajak daerah secara digital telah mencapai 95 persen di tahun 2026 melalui inovasi seperti Pagi Bersinar dan SIPARQI.
Inovasi “Kedai Pasar” dan Perluasan QRIS
Sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem ekonomi digital, Pemkot Denpasar meluncurkan Klaster Ekonomi Digital Terintegrasi Kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidakarya (Kedai Pasar). Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan pajak melalui teknologi digital.
Ke depan, fokus utama pemerintah adalah memperluas kanal pembayaran melalui QRIS, Virtual Account. Serta optimalisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk meningkatkan efisiensi transaksi pemerintah daerah.
Sinergi yang kuat antara TP2DD dan TPID diharapkan dapat mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya yang maju dan stabil secara ekonomi. Baiq





