DENPASAR – balinusra.com | Universitas Warmadewa (Unwar) sukses menyelenggarakan kegiatan nasional Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025.
Acara yang berlangsung selama dua hari di Auditorium Widya Sabha Uttama ini menghadirkan 118 delegasi perguruan tinggi se-Indonesia. Serta 23 reviewer nasional untuk mengevaluasi program pengabdian masyarakat yang telah dijalankan.
Unwar sebagai Pusat Kolaborasi Riset Nasional
Pembukaan acara dilakukan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., bersama Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., dan Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si.
Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menegaskan, kepercayaan dari Kemendiktisaintek merupakan kehormatan besar bagi kampus untuk terus mendukung pengembangan riset dan inovasi yang berdampak nyata.
“Program Kosabangsa sendiri dirancang untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan melalui solusi inovatif,” katanya.
Fokus Hilirisasi: Dari Publikasi hingga Pasar Internasional
Luaran dari program ini tidak hanya terbatas pada publikasi ilmiah. Hilirisasi inovasi diharapkan mampu menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan paten, lahirnya UMKM binaan yang mandiri secara ekonomi. Serta produk unggulan lokal yang mampu bersaing di pasar global.
Universitas Warmadewa sendiri memamerkan berbagai UMKM binaan di sektor tenun, kopi, dan kuliner khas Bali.
Menurut Prof. Gde Suranaya Pandit, pembinaan UMKM membutuhkan waktu minimal tiga tahun. Mulai dari tahap inovasi, implementasi, hingga strategi pemasaran untuk menembus pasar internasional.
Pendekatan Multidisipliner dalam Penguatan UMKM
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menggarisbawahi bahwa pengembangan UMKM harus dilakukan dari hulu ke hilir dengan pendekatan multidisipliner.
Ia pun menekankan keterlibatan berbagai bidang ilmu seperti ekonomi, hukum, pertanian, hingga sosial-politik untuk menciptakan strategi pengembangan yang komprehensif.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian Kemendiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana menjelaskan, Kosabangsa memprioritaskan diseminasi hasil riset di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), wilayah rawan bencana. Serta daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan stunting.
“Melalui seminar dampak ini, kami ingin memastikan program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Universitas Warmadewa atas konsistensinya menjadi fasilitator berbagai kegiatan nasional di bawah naungan kementerian. Baiq





