DENPASAR – balinusra.com | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memberikan kabar baik bagi masyarakat. Stok pangan di seluruh wilayah Provinsi Bali dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi dengan total cadangan mencapai lebih dari 10,7 juta kilogram.
Momentum hari raya seringkali memicu kekhawatiran akan kenaikan harga dan kelangkaan stok. Namun, BULOG Bali bergerak cepat memastikan pasokan pangan tetap mudah diakses agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Stok Pangan Cukup untuk 10 Bulan ke Depan
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu menegaskan, ketersediaan beras dan komoditas pangan strategis lainnya berada pada level yang sangat mencukupi.
“Kami memastikan bahwa stok pangan yang dikuasai BULOG Bali aman untuk 10 bulan ke depan. Total stok saat ini mencapai 10.795.581 kilogram, dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” terang Simon, Sabtu (13/6/2026).
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan, karena ketersediaan pangan sangat terjamin.
Harga Beras di Bali Dipantau Ketat
Selain mengamankan stok, BULOG Bali aktif memantau pergerakan harga di pasar. Berdasarkan hasil pantauan terkini, harga beras dan komoditas strategis lainnya masih berada dalam kondisi relatif stabil dan terkendali.
Untuk menjaga stabilitas ini, BULOG terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi ini tetap terjaga selama perayaan Galungan dan Kuningan,” tambah Simon.
Realisasi Bantuan Pangan dan Program SPHP
Sebagai bentuk nyata kehadiran negara, BULOG Bali juga menggenjot program bantuan pemerintah. Hingga pertengahan Juni 2026, BULOG Bali telah menyalurkan bantuan kepada 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Angka tersebut setara dengan 96,5 persen dari total pagu penerima di Provinsi Bali untuk alokasi Februari-Maret. Selain itu, sebanyak 3.028.010 kilogram Beras SPHP telah digelontorkan ke pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios pengecer. Hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
Program SPHP dioptimalkan sebagai instrumen utama untuk meredam lonjakan harga di tingkat konsumen. Terutama saat permintaan meningkat jelang hari besar keagamaan.
BULOG Bali optimistis bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan menjaga kondisi pangan tetap kondusif. Dengan stok yang melimpah dan harga yang stabil, masyarakat diharapkan dapat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan. Baiq





