DENPASAR – balinusra.com | Dalam upaya memperkuat pertahanan pesisir dari dampak perubahan iklim, Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan pada Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini bukan sekedar seremonial, melainkan simbol kuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga kalangan pelajar dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Pulau Dewata.
Aksi Kolaborasi Penanaman Mangrove di Denpasar Simbol Pelestarian Lingkungan
Menteri LH menegaskan, pemulihan ekosistem mangrove adalah langkah krusial dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi. Bencana tersebut akibat ketidakseimbangan hubungan manusia dengan alam.
“Kita mulai merasakan gangguan akibat ketidaksopanan kita kepada lingkungan. Banyak bencana terjadi karena cara kita memperlakukan alam. Karena ulah manusia, maka alam memberikan responsnya,” kata Jumhur.
Pemerintah pusat pun berkomitmen menjadikan Bali sebagai contoh keberhasilan kolaborasi lingkungan. Terutama karena posisi strategisnya sebagai destinasi wisata dunia.
Sebagai tindak lanjut, aksi penanaman dalam skala lebih besar direncanakan akan kembali digelar pada Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli mendatang.
Potensi Ekonomi Hijau dan Perdagangan Karbon
Selain fungsi konservasi, pelestarian mangrove di Bali memiliki nilai ekonomis tinggi melalui skema ekonomi hijau. Kawasan mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon. Sehingga berpotensi besar masuk dalam skema perdagangan karbon internasional.
Jika dikelola dengan baik, jasa lingkungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal dan meningkatkan citra positif pariwisata Bali di mata internasional.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa penanaman mangrove merupakan program prioritas yang sejalan dengan visi perlindungan alam Bali. Sejak tahun 2019, pemerintah telah fokus melakukan pemulihan bertahap pada sekitar 18 hektar kawasan mangrove yang mengalami kerusakan di wilayah Denpasar dan Badung.
“Semoga mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik. Sehingga kawasan ini kembali pulih dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” harap Koster.
Apresiasi Penanganan Sampah di Bali
Dalam kesempatan yang sama, Menteri LH juga memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani masalah sampah.
Laporan menunjukkan bahwa sejumlah daerah di Bali telah berhasil menekan timbunan sampah secara signifikan, yang berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan ekosistem.
Melalui kombinasi rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah yang efektif, dan penguatan ekonomi hijau, Bali terus memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata dunia yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan. Baiq





