Atasi Krisis Air Bersih, Perumda Tirta Mangutama Badung Bakal Sulap Air Laut Jadi Layak Konsumsi

Atasi Krisis Air Bersih, Perumda Tirta Mangutama Badung Bakal Sulap Air Laut Jadi Layak Konsumsi
Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa. Foto: Ist

BADUNG – balinusra.com | Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung tengah menyiapkan terobosan besar untuk mengantisipasi ancaman krisis air bersih di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang sedang dimatangkan adalah pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk mengolah air laut menjadi air bersih yang layak konsumsi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa menjelaskan, langkah ini diambil karena kualitas dan kuantitas sumber air permukaan serta air tanah di Badung terus mengalami penurunan.

Menurutnya, ketergantungan pada sumber air konvensional tidak bisa lagi dipertahankan dalam jangka panjang. “Debit sungai terus berkurang, sementara air laut jumlahnya tidak pernah habis,” ujar Suyasa, Minggu (7/6/2026) lalu.

Hal inilah yang mendasari optimisme Perumda Tirta Mangutama dalam mengalihkan fokus ke sumber air yang lebih berkelanjutan.

Tahapan Proyek dan Penentuan Tarif

Saat ini, proyek ambisius SWRO tersebut masih berada dalam tahap pemantapan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Wayan Suyasa mengungkapkan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Badung sedang menyusun berbagai langkah lanjutan untuk merealisasikan proyek ini.

Ia menyebutkan, beberapa tahapan yang sedang digarap meliputi seleksi mitra kerjasama, penyusunan kajian akademis. Serta penyempurnaan aspek hukum dan perizinan.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai biaya, Suyasa menegaskan bahwa penetapan tarif nantinya akan disesuaikan dengan segmentasi pelanggan.

“Masalah harga masih dibahas lebih detail. Yang jelas pemanfaatannya akan diatur sehingga tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Optimalkan Pemanfaatan Air Hujan

Selain melirik potensi laut, Perumda Tirta Mangutama juga tidak mengabaikan potensi air hujan yang selama ini sering terbuang percuma ke laut.

Suyasa menyebutkan, limpahan air hujan di beberapa wilayah sering kali hanya menjadi penyebab banjir sebelum berakhir di laut tanpa sempat dimanfaatkan.

Saat ini, pihak Perumda tengah memetakan titik-titik potensial untuk membangun fasilitas pengolahan air hujan. “Sebelum air itu terbuang atau menimbulkan banjir, bisa kami ambil dan olah menjadi air bersih,” tutup I Wayan Suyasa. Baiq