Bali Jagaditha VII 2026: Strategi Investasi Triliunan dan Ekonomi Berkelanjutan Bali

Bali Jagaditha VII 2026 Strategi Investasi Triliunan dan Ekonomi Berkelanjutan Bali
Acara penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 berlangsung meriah di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Minggu (7/6/).

BADUNG – balinusra.com | Penyelenggaraan Bali Jagaditha VII Tahun 2026 kembali mencatatkan capaian signifikan dalam memperkuat pilar ekonomi daerah melalui sinergi investasi, pariwisata, dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali ini, menghasilkan kesepakatan bisnis bernilai triliunan rupiah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sekda Dewa Indra: Bali Terbuka bagi Investasi yang Memperhatikan Masyarakat, Lingkungan, dan Budaya Lokal

Acara penutupan (closing ceremony) berlangsung meriah di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, pada Minggu (7/6/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menegaskan, Bali tetap membuka pintu bagi investor global. Namun dengan syarat ketat terkait pelestarian identitas lokal.

“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya. Serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Dewa Indra.

Visi ini sejalan dengan tema Bhumi Parahita yang diusung, yang mengedepankan agenda pembangunan ekonomi hijau dan penguatan budaya sebagai prioritas nasional.

Capaian Sektor Pariwisata dan Investasi Internasional

Sinergi dalam Bali Jagaditha VII memberikan dampak nyata pada dua sektor utama:

  • Sektor Pariwisata: Melalui Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, tercatat kehadiran 407 buyer dari 44 negara dan 208 seller Forum ini berhasil menghasilkan potensi kesepakatan bisnis mencapai Rp 6,9 triliun.
  • Sektor Investasi: Bali Investment Forum 2026 mempertemukan 21 pemilik proyek dari Bali dan Nusa Tenggara, dengan 35 calon investor internasional. Kehadiran Duta Besar dari Pakistan, Bahrain, Oman, dan Armenia menunjukkan tingginya minat global terhadap peluang investasi di Bali.

Pertumbuhan UMKM Bali dan Rekor MURI

Tidak hanya investasi besar, sektor UMKM juga menunjukkan taringnya dengan mencatatkan potensi ekspor sebesar Rp 23,03 miliar.

Selama tiga hari, pameran ini dikunjungi oleh sekitar 60.000 orang dengan nilai transaksi langsung menyentuh angka Rp 1,9 miliar.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas lokal, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam rekor untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis Endek Bali dengan peserta terbanyak.

Kondisi Ekonomi Bali Triwulan I 2026

Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, memberikan apresiasi atas stabilitas ekonomi di Pulau Dewata. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,6 persen. Sementara tingkat inflasi tetap terkendali di angka 2,99 persen.

“Bali patut menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga,” kata Rudi.

Ke depan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyatakan bahwa skala Bali Jagaditha akan terus diperluas mencakup sektor strategis lain. Seperti energi terbarukan dan infrastruktur. Serta pengolahan sampah demi mendukung visi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Baiq